Rahasia Keberadaan Nabi shalallahu alaihi wassalam Membersamai Sahabat

menjadi pribadi tangguh

 

Submitted by admin on Wed, 10/02/2019 - 01:37
Penulis

Allah ta'ala berfirman:

  هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ 

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah." (QS. Al-Jumuah: 2)

Al-Quran kita sama dengan Al-Quran mereka, tetapi keberadaan Nabi salallahu alaihi wassalam yang membawa hikmah Al-Quran dan akhlak Al-Quran yang membedakan kualitas generasi setelahnya.

Nabi  salallahu alaihi wassalam yang hidup merakyat bersama sahabat ternyata memiliki rahasia besar; tidak cukup hanya sekedar mengurai makna-makna lafzhiyah untuk memahami keseluruhan surat. 

Dengan keberadaan Nabi salallahu alaihi wassalam mereka belajar memahami apa itu Al-Quran, belajar memahami karakteristik seorang mukmin dari manusia agung dan termulia. Mereka hidup membersamainya dalam segala titik kehidupan hingga detil sampai mereka belajar untuk masuk ke dalam syakhsiyah (pribadi) Nabi salallahu alaihi wassalam secara rinci.

Allah berfirman:

رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ

"Seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan (langsung kepada mereka)."

Guru membersamai murid inilah yang disebut dengan konsep mulazamah. Sebuah model pembelajaran yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Model yang sukses melahirkan kualitas generasi terbaik sepanjang zaman. 

Para sahabat belajar Al-Quran bukan hanya dalam halaqah majlis-majlis ilmiah. Seperti kelas dalam pendidikan modern yang membatasi interaksi antara guru dan murid. Kelas yang murid tidak bisa mentauladani guru atau bahkan guru tak bisa dijadikan uswah.

Mulazamah sahabat pada Rasul shalallahu alaihi wassalam bukan hanya mengambil ilmu ilmiah. Jauh dari itu mereka berusaha mengclone syakhsiyah Nabi salallahu alaihi wassalam, akhlaknya, sifat-sifatnya, prinsipnya, ibadahnya dan semuanya yang bisa mereka serap dengan segala cinta. Ungkapan cinta pada Rasululullah salallahu alaihi wassalam bukan hanya ucapan mesra di lisan tapi diwujudkan dalam bentuk ittiba .

Level ittiba sahabat bukan semata memenuhi syarat diterimanya ibadah, tapi mencintai apapun yang dilakukan oleh Nabi salallahu alaihi wassalam meskipun hasilnya sesuatu yang dibenci nafsu dan keinginan manusia.

Ittiba  sahabat pada Nabi salallahu alaihi wassalam bukan hanya ittiba zhahir, namun ittiba yang dibingkai dengan cinta tulus dalam hati sehingga antara Nabi salallahu alaihi wassalam dan sahabat radhiyallahu anhum terjalin rajutan saling cinta mencintai. 

🍀🍀🍀🍀

Raih pahala jariyah dengan bantu share artikel ini ya..., jazakumullah khoiron.
Seri Menyelami Makna-makna Al-Quran 1 (Sabtu 22 Muharom 1441 H / 21 September 2019)

Diterbitkan oleh Lembaga Mulazamah Tahsin Muslimah di Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala)

Program:
1. Mulazamah Makharijul Huruf.
2. Mulazamah Tajwid.
3. Mulazamah Adab Pembawa Al-Quran.

Kunjungi halaman kami
Facebook: Mulazamah Tahsin Muslimah Pasigala

https://facebook.com/tahsinmuslimah

 

Artikel Terkait