Ahlan

Matan Hadits Arbaun Al-Jiyad 40 Mutiara Ahlu Tauhid dan Jihad dari Shahih Bukhari - Revisi

الأربعون الجياد لأهل التوحيد والجهاد

 

Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini hafizhahullah

Download Ebook

Kepustakaan

Hakikatnya kita semua dalam pencarian orang-orang yang bisa membuat kita teguh, orang-orang yang mewarisi petunjuk (al-insan al-muhtadi). Seseorang akan melakukan pencarian sesuatu yang dapat meneguhkan dirinya sesuai dengan ujian yang sedang dia hadapi.

Nikmati beragam literatur, artikel serta ebook dengan tema utama tauhid dan adab yang insya Allah sangat bermanfaat dan kami memohon keberkahan pada Allah.

 

 

 

 

 

Terbaru

Dihadapan antum, terjemahan matan hadits الأربعون الجياد لأهل التوحيد والجهاد (40 Mutiara Ahlu Tauhid dan Jihad dari Shahih Bukhari). Membacanya berarti kita berusaha menyingkap sirah Rasul shallallahu 'alaihi wassalam dalam tauhid dan jihad, menyingkap sahabat generasi terbaik yang mengorbankan apapun untuk Allah dan Rasul, menyingkap sirah Imam Bukhari yang basah pipinya jari jemarinya bergetar ketika menulisnya selama 16 tahun dan menyingkap kesabaran penulis buku ini, semoga Allah senantiasa meneguhkannya.

Sebaliknya, seperti telah dimaklumi, sebagian agama sesat justru dibangun di atas asas keputusasaan dari rahmat Allah, keyakinan asal usul manusia hakikatnya najis dan mewarisi dosa dari orang tuanya. Dengan prinsip-prinsip tersebut mereka meyakini tidak mungkin dapat terampuni dosanya dan tidak mungkin menjadi manusia yang baik.

Tetapi untuk menunjukkan rahmat Allah ta’ala atas takdir kelemahan makhluknya ini, selanjutnya Allah berfirman sebagai pembuka pintu bagi anak-anak adam:

ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى

“Kemudian Rabbnya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (Thaha: 122)

Karena itu manusia yang paling agung kedudukannya di hari kiamat adalah Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pemilik syafa’at uzhma (agung), para mahkluk memohon syafa’atnya. Anugerah tersebut karena beliau terjaga dari melakukan perbuatan dosa dan kesalahan. Dari sinilah diketahui makna firman-Nya ta’ala pada Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wassalam:

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

“Dan Kami telah meletakkan daripadamu bebanmu.” (Al-Insyirah: 2)

Orang berakal akan menjauhi dosa dengan beberapa alasan. Diantaranya karena perbuatan melakukan dosa merupakan pelanggaran batasan Allah ta’ala. Allah azza wa jalla memiliki sifat cemburu. Kecemburuannya itu saat seorang hamba melakukan perbuatan yang diharamkan Allah. Keluarnya seorang hamba dari peribadatan menghasilkan jeratan musuh atas manusia seperti firman Allah ta’ala mengenai sahabat radhillahu ‘anhum dalam perang Uhud:

إِنَّمَا اسْتَزَلَّهُمُ الشَّيْطَانُ بِبَعْضِ مَا كَسَبُوا

Allah ta’ala berfirman:

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ﴿٢﴾ الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾

“2. Dan Kami telah meletakkan daripadamu bebanmu. 3. Yang memberatkan punggungmu?” (Al-Insyirah: 2-3)

Telah disebutkan sebelumnya, kelapangan dada yang terpuji didapatkan karena bersama al-haq. Tetapi sifat manusia bisa melakukan perbuatan dosa sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

فحسبنا الله ونعم الوكيل، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم، وبالجملة فالسلامة من الخطر أمر يعز على البشر، فستر الله على من ستر وغفر لمن غفر:

Cukuplah Allah sebagai penolong dan sebaik-baik pelindung. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali daya dan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Memohon pada Allah keselamatan dari kekhawatiran merupakan perkara yang membuat manusia menjadi teguh, maka Allah akan menutupi dosa siapa saja yang Dia kehendaki dan menganpuni dosa siapa saja yang Dia kehendaki.

Kebutuhan dai pada kelapangan dada lebih banyak daripada kebutuhannya pada perkara lain. Sebab dakwah itu membawa beban ujian, sakit dan penderitaan. Apabila tidak ada kelapangan dada pada al-haq yang dia emban, maka lamanya perjalanan tentu saja akan membuatnya lari dan menyerah. Dengan lapang dada, menjadikan dakwah pada al-haq dan mengemban ujian di jalan-Nya menjadi kegembiraan.

Setelah tertunda selama setahun, alhamdulillah seri terjemahan Menjadi Pribadi Tangguh bisa dilanjutkan kembali atas izin Allah.

Terjemahan Terbaru

Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini

Setelah tertunda selama setahun, alhamdulillah seri terjemahan Menjadi Pribadi Tangguh bisa dilanjutkan kembali atas izin Allah.

Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini

فحسبنا الله ونعم الوكيل، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم، وبالجملة فالسلامة من الخطر أمر يعز على البشر، فستر الله على من ستر وغفر لمن غفر:

Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini

Sekitar setengah tahun ini aku mencari-cari kabar temanku, sahabat lama. Aku mencari informasi sampai diepisode mana ujung perbuatan kemurtadannya, kejatuhannya dan berbaliknya dari perjuangan.

Al-Alamah Abdullah Saad

Kitab Umu Sulaim radhiyallahu anha Pelajaran dan Ibrah karya Al-Alamah Abdullah Sa’ad hafizhahullah merupakan kitab sirah sahabat yang mengupas kehidupan Umu Sulaim, rumah tangganya serta pendidikan anak-anaknya.

Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini
Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini
Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini
Syeikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As-Sadhan