Akhlak Al-Quran

Submitted by admin on Wed, 10/02/2019 - 03:58
Penulis

Allah ta'ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ "Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memiliki ketinggian akhlak yang agung." (Al-Qolam: 4)

Sesuatu yang hilang pada diri manusia hari ini yaitu:

كَانَ خُلُقُهُ القُرآنُ ”Akhlaknya (Muhammad) adalah Al-Quran.”

Manusia telah kehilangan berakhlak Al-Quran. Maksud akhlak disini bukan definisi ishtilahi berupa kejujuran, amanat, sopan santun atau keshalihan. Karena fitrah manusia untuk berlaku sopan, memegang kejujuran, komitmen, berbuat berbagai kebajikan. Orang kafir dan munafikpun biasa mengerjakan akhlak seperti ini.

Tapi definisi akhlak yang dimaksudkan oleh ibunda Aisyah radhiyallahu anha di atas adalah Akhlak Al-Quran. Ketika sahabat bertanya tentang akhlak Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, beliau menjawab singkat padat:

”Akhlaknya adalah Al-Quran.” (Jami Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab 1/148)

Supaya memahami hadits singkat ini, kita perlu menengok riwayat lain yang lebih panjang, yaitu ketika sahabat Saad bin Hisyam bin Amir radhiyallahu anhu mengunjungi ibunda Aisyah radhiyallahu anha sembari bertanya:

"Wahai Umul Mukminin! Kabarkan padaku akhlak Rasulullah shalallahu alaihi wassalam! "

Beliau menjawab, "Bukankah kamu membaca Al-Quran?"

Saad berkata, "Iya."

Aisyah berkata, "Sesungguhnya akhlak Nabi shalallahu alaihi wassalam adalah Al-Quran."

Saad mengatakan, "Maka aku menjadi paham dan mengamalkannya (akhlak Al-Quran) serta tidak bertanya lagi soal ini kepada siapapun sampai aku mati." (Muslim)

Saad bin Hisyam lalu berlalu meninggalkan Madinah menyelami makna-makna Al-Quran untuk mewujudkan Akhlak Al-Quran. Al-Quran kita adalah Al-Quran mereka. Tetapi Al-Quran turun pada sahabat yang membuat setiap tarikan nafas dan gejolak darah mereka sangat memahami makna agung Al-Quran.

Bila kita mau menggali definisi Akhlak Al-Quran, lihat akhlak Nabi shalallahu 'alaihi wasallam pada seluruh ayat Al-Quran. Misalkan kita membuka surat At-Tahrim. Di dalamnya menyebut beberapa akhlak Nabi shalallahu 'alaihi wasallam kepada istri-istri dan anak-anaknya. Akhlak Nabi dalam mendidik keluarga.

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا ”Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya suatu peristiwa.” (At-Tahrim: 1)

Nabi shalallahu alaihi wassalam mengharamkan dirinya untuk menyentuh Mariyah radhiyallahu anha. Keputusan ini hanya disampaikan kepada Hafshah radhiyallahu anha agar Mariyah tidak tersinggung.

Tetapi sayangnya, Hafshah radhiyallahu anha membocorkannya kepada Aisyah radhiyallahu anha. Allah ta'ala kemudian memberitahu Nabi shalallahu alaihi wassalam bahwa Hafshah telah memberitahukan persoalan ini pada istrinya yang lain.

Inilah akhlak Nabi shalallahu alaihi wassalam, menegur Hafshah dengan halus sambil mengajarkan nama dan sifat Allah bahwa Dia ta’ala Maha Mengetahui dan Maha Mengabarkan. Meluruskan dengan mentarbiyah (mendidik), bukan dengan menekan.

فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ ”Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.” (At-Tahrim: 1)

Misal yang lain. Akhlak Nabi shalalallahu alaihi wassalam adalah seperti firman Allah dalam surat At-Takatsur:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ "Berbangga-bangga telah melalaikan kamu" (At-Takatsur: 1)

Watak manusia suka berbangga, pamer, narsis didepan sesama mahkluk. Tapi tidak bagi Nabi shalallahu alaihi wassalam. Beliau tawadhu, menanggalkan sifat sombong dan tidak membanggakan apapun termasuk amalnya padahal telah dijamin masuk surga.

Akhirnya kita sampai pada pertanyaan penting hari ini; Mengapa Al-Quran mampu merubah akhlak sahabat? Padahal Al-Quran yang dibaca sahabat persis yang dibaca manusia hari ini, tetapi mengapa akhlak manusia sekarang tidak bisa berubah seperti mereka?

🍀🍀🍀🍀

Raih pahala jariyah dengan bantu share artikel ini ya..., jazakumullah khoiron.

Seri Menyelami Makna-makna Al-Quran 2 (Senin 24 Muharom 1441 H / 23 September 2019) Diterbitkan oleh Lembaga Mulazamah Tahsin Muslimah di Pasigala (Palu, Sigi dan Donggala)

Program:

  1. Mulazamah Makharijul Huruf.

  2. Mulazamah Tajwid.

  3. Mulazamah Adab Pembawa Al-Quran.

Kunjungi halaman kami Facebook: Mulazamah Tahsin Muslimah Pasigala

https://facebook.com/tahsinmuslimah

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.