Arbain Al-Jiyad Hadits 19: Kaderisasi Pemimpin yang Siap Menanggung Beban Umat

Submitted by admin on Tue, 11/10/2020 - 14:03
Penulis
Tauhid wal Jihad

عَنْ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُ صَلَّىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا النَّاسُ كَالإِبِلِ المِائَةِ ، لاَ تَكَادُ تَجِدُ فِيهَا رَاحِلَةً

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya manusia itu bagaikan sekumpulan seratus unta, nyaris tidak kamu temukan satupun yang dapat ditunggangi.’”

Masalah 1

Demikianlah manusia, jumlahnya banyak tetapi yang dapat dijadikan tunggangan (pemimpin) sangat sedikit. Penggembira itu banyak tetapi orang yang beramal itu sedikit. Mereka ini akan berteriak ketika unta-unta tunggangan berjalan lebih cepat karena mereka tidak tahan dengan guncangan. Demikianlah para pelawak dan orang-orang yang hobinya bersenda gurau tidak akan mampu menempuh jauhnya dan beratnya perjalanan. Pelawak-pelawak itu hanya bermanfaat bagi orang-orang malas dan yang senang pada kehinaan.

Kafilah perjalanan memiliki rombongan yang sangat banyak. Mereka terdiri dari orang-orang kuat, orang-orang lemah, wanita dan anak-anak. Perjalanan umat ini seperti rombongan kafilah menuju suatu tempat yang sangat jauh.

Umat ini untuk mencapai tujuannya tidak akan berhasil kecuali dengan menyertakan seluruh komponen umat tanpa menyingkirkan seorangpun walaupun dia lemah. Tetapi yang mampu merealisasikan kekuatan efektivitas dan inovasi, rihlah menuju syahadah dan mencapai kekuasaan hanyalah orang-orang pilihan dan unggulan. Jumlah mereka sedikit tetapi memiliki iradah kuat dan gigih dalam beramal.

Mereka inilah yang memelihara umat, menyediakan jalan-jalan kehidupan umat dan memenuhi kebutuhan umat. Jika tidak ada mereka, maka otomatis umat akan menjadi lemah. Sebab itu umat juga harus menyediakan suatu iklim untuk memunculkan mereka. Jamaah jihad, ilmu, dakwah dan fikrah dalam melakukan perjalanan yang panjang untuk menggapai syahadah dituntut untuk memelihara dan memunculkan orang-orang seperti mereka. Mencari bibit-bibit unggul, mengadernya lalu menempatkannya pada posisi yang tepat.

Masalah 2

Dalam gerakan keumatan ini, tidak semua orang dituntut menjadi alim, pemimpin dan menjadi orang yang cerdas. Tidak akan ditemukan sebuah umatpun dimuka bumi ini yang bisa mewujudkan tujuannya dengan syarat tersebut. Tetapi tuntutannya adalah mencari pemimpin dan memelihara para pemimpin.

Fokus umat ini adalah mewujudkan orang-orang yang memiliki iradah kuat dengan keunggulan dan keistimewaan dari orang-orang lainnya. Dari pemimpin yang unggul inilah, manusia akan berjalan dibelakangnya.

Penilaian umat ini pada pemimpinnya bukan dari personal-personal yang memiliki kedudukan di mata manusia tapi tidak mampu dijadikan pemimpin. Karena manusia adalah manusia, hampir-hampir tidak ditemukan orang yang dapat ditunggangi.

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam yang menyampaikan hadits ini adalah pemimpin yang siap menanggung beban umat. Pemimpin yang unggul adalah mereka yang mewujudkan peluang bukan lari ke lembah agar bisa lepas dari tanggung jawab dan pembebanan.

Memahami hadits ini dengan dengan benar yaitu umat dituntut untuk mencari pemimpin unggul yang memiliki iradah kuat dan memelihara mereka. Pemimpin yang siap menanggung beban umat dan mengarahkan umat mencapai tujuan.

Namun disana ada orang-orang yang memahami hadits ini dengan cara yang salah, yaitu hanya mengeluh dengan kondisi umat agar dapat lari dari pembebanan lalu membawa umat untuk menempuh tujuan dengan syarat yang tidak shahih. Mereka menuntut semua orang menjadi alim dan menjadi pemimpin. Mereka ingin semua orang bisa menjadi tunggangan.

Masalah 3

Meskipun manusia yang bisa dijadikan pemimpin sedikit dan langka, perjalanan tetap harus berlanjut dengan situasi apapun. Maka bisa jadi keadaan laki-laki dalam perjalanan dengan kelangkaan pemimpin ini seperti sifat wanita dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam :

المرأة كالضِّلَع، إنْ أقمْتَها كسرْتَها، وإن استمتعتَ بها استمتعتَ بها وفيها عِوجٌ

“Wanita itu seperti tulang rusuk. Jika kamu luruskan dengan keras dia akan patah dan jika kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok.” (Al-Bukhari)

24 Rabiul Awal 1442 H / 10 November 2020