Arbain Al-Jiyad Hadits 40: Jalan Janah Sangatlah Luas Jangan Menyempitkannya

Submitted by admin on Mon, 05/17/2021 - 14:07
Penulis
Tauhid wal Jihad

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ هَاجَرَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ جَلَسَ فِي أَرْضِهِ الَّتِي وُلِدَ فِيهَا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَبِّئُ النَّاسَ بِذَلِكَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ مِائَةَ دَرَجَةٍ أَعَدَّهَا اللَّهُ لِلْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِهِ كُلُّ دَرَجَتَيْنِ مَا بَيْنَهُمَا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَسَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَأَعْلَى الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan rasul-Nya, mendirikan shalat, dan shaum pada bulan Ramadhan, maka Allah berkewajiban memasukkannya kedalam surga, baik ia berhijrah fi sabilillah atau duduk di tempat tinggalnya kampung ia dilahirkan.” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak sebaiknyakah kami mengabarkan orang-orang tentang hal ini?” Nabi malahan menjawab: “Dalam surga terdapat seratus derajat yang Allah persiapkan bagi para mujahidin di jalan-Nya, yang jarak antara setiap dua tingkatan bagaikan antara langit dan bumi, maka jika kalian meminta Allah, mintalah surga Firdaus, sebab Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya terletak Arsy Ar-Rahman, dan daripadanya sumber mata air sungai surga memancar.” (Al-Bukhari)

Islam adalah din milik Rabbul ’alamin bagi seluruh manusia beriman yang kuat maupun yang lemah. Allah ta’la melapangkan jalan yang mudah bagi siapa saja yang ingin membawa syariat ini.

Jika dosa kita menggunung, jangan putus asa karena Allah membuka pintu ampunannya siang dan malam. Ar-Rahman membuka tangan-Nya di malam hari untuk memberi ampunan hamba-Nya yang berdosa di siang hari. Ar-Rahman membuka tangannya di siang hari untuk memberi ampunan bagi hamba yang bermaksiat di malam hari. Sekalipun kita melakukan dosa seratus kali atau lebih dalam sehari Allah tetap membuka pintu taubat.

Andai kita mendatangi Rabb kita dengan sepenuh bumi dosa kemudian beristighfar, kita akan menemukan Rabb kita Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Andai kita membunuh seratus nyawa yang mashum (terlindungi darahnya), kemudian memohon ampunan, Allah akan membahagiakan kita dan mendatangi kita lebih cepat dari kita mendatangi-Nya. Telah disebutkan dalam hadits, seorang Bani Israil yang melakukan kejahatan diampunkan dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan.

Sebab itu bukalah pintu dan jangan menyempitkan jalan yang Allah buat lapang sedang Allah membuka kitabnya dengan Ar-Rahman Ar-Rahim:

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Jika datang pada kalian orang seperti Dhomam Abu Tsalabah yang mengatakan: Demi Allah aku tidak akan menambah dan mengurangi dari shalat wajib, zakat yang ditentukan, shoum ramadhan dan berhaji maka sampaikan:

أفلح ودخل الجنّة إن صدق

Dia akan bahagia dan masuk janah jika dia jujur dengan amalannya.

Jika datang padamu seperti istri Shofyan bin Al-Muathal yang mengeluhkan perihal suaminya sering terlambat shalat subuh, katakan:

إِنَّهُ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيطٌ إِنَّمَا التَّفْرِيطُ فِي الْيَقَظَةِ فَإِذَا نَسِيَ أَحَدُكُمْ صَلَاةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا

"Sesungguhnya dalam tidur tidak ada peremehan. Peremehan itu hanya ketika terjaga. Apabila salah seorang kalian lupa shalat atau tertidur, shalatlah ketika ingat. (At-Tirmidzi)

Banyak-banyaklah mengatakan: Tidak mengapa, karena orang-orang yang menyanyangi akan disayangi Ar-Rahman.

Janganlah menyempitkan segala sesuatu karena Allah akan menyempitkan kita. Jangan memberatkan pada manusia karena kelakuan kita akan menjadi ujian berat bagi manusia. Jika datang pada kita orang yang sedang terbakar semangat sesaat, arahkan dengan nasihat yang lurus. Jika datang orang meminta donasi berikanlah maka kita akan mendapatkan pahala. Din ini menerima apa yang dilakukan oleh manusia meskipun sedikit dan memberi pahala tambahan bagi yang ingin beramal lebih. Sebab pergulatan ini adalah antara manhaj Allah melawan manhaj setan dan bala tentaranya.

يُرِيدُ اللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Allah hendak menerangkan (hukum syari’at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa: 26)

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (An-Nisa: 27)

Manhaj Allah adalah Allah memberi petunjuk, memberi taubat dan meringankan beban karena manusia makhluk yang lemah. Sedangkan manhaj setan adalah syahwat dan jauh dari al-haq.

Dari hadits ini terdapat manhaj dakwah dan interaksi pada manusia yaitu; ajarkan kewajiban setelah itu ajarkan tingkatan derajat amal. Tanamkan dalam hati mereka ar-raja (berharap) dan kesemangatan untuk terus beramal. Pahamkan bahwa jihad merupakan pintu masuk janah Firdaus yang atapnya Arsy Ar-Rahman, tempat mata air seluruh janah berasal. Sebagaimana dari tangan mujahidinlah memancar kebaikan-kebaikan di dunia, dari perbuatan merekalah hati dan hidayah menyebar seperti firman Allah:

وَلَوْلَا دَفْعُ اللّٰهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْاَرْضُ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ ذُوْ فَضْلٍ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ

“Dan kalau Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan-Nya) atas seluruh alam.” (Al-Baqarah: 251)

2 Syawal 1442 H / 14 Mei 2021