Arbain Al-Jiyad Hadits 8: Karakter Kehidupan Generasi Pengasas dan Perintah Menghargai Jasa Mereka

Submitted by admin on Tue, 09/01/2020 - 07:15
Penulis
Tauhid wal Jihad

عَنْ ابْنِ عَبَاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ هَذَا الْحَيَّ مِنْ الْأَنْصَارِ يَقِلُّونَ وَيَكْثُرُ النَّاسُ فَمَنْ وَلِيَ شَيْئًا مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَطَاعَ أَنْ يَضُرَّ فِيهِ أَحَدًا أَوْ يَنْفَعَ فِيهِ أَحَدًا فَلْيَقْبَلْ مِنْ مُحْسِنِهِمْ وَيَتَجَاوَزْ عَنْ مُسِيِّهِمْ

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhu, bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sesungguhnya sahabat yang masih hidup dari kalangan Anshar semakin sedikit, sedangkan orang-orang lain selain Anshar terus bertambah banyak. Maka barangsiapa diantara umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam yang diangkat untuk mengurus sesuatu dari urusan yang dengan kekuasaan itu dia mampu mendatangkan madharat kepada seseorang atau memberi manfaat kepada seseorang, maka harus terima dan sambutlah orang-orang baik mereka (kaum Anshar) dan maafkanlah orang yang keliru dari kalangan mereka.”

Masalah 1

Sahabat Anshar radhiyallahu anhum adalah unsur pertama Islam dalam mewujudkan kejayaannya. Unsur ini terbangun dua pilar utama yaitu sabar dan jihad. Para pemimpin anshar telah persembahkan ruh-ruh mereka untuk Islam, mereka korbankan aset-aset mereka paling berharga dari kebun dan harta benda lainnya. Sebutlah seperti Saad bin Ar-Rabi’ yang terbunuh dalam perang Uhud atau Saad bin Muadz yang terbunuh di perang Khandak.

Mereka juga memutus segala sebab kekuatan yang mengakui kedaulatan mereka sebelum mereka masuk Islam seperti Yahudi, penduduk Mekah dan kabilah-kabilah sekitar Madinah termasuk suku-suku Badui. Namun setelah mereka berbondong-bondong masuk Islam, hubungan tersebut menjadi rusak berubah menjadi permusuhan. Mereka menerima segala resiko duniawi, kepahitan dan keperihan sejak awal menerima Islam.

Masalah 2

Pada setiap generasi pasti terdapat pionir yang merintis jalan kebaikan dengan meletakkan pondasi petunjuk dan keteladanan, seperti yang dilakukan oleh kaum Anshar. Dakwah menjadi berkembang luas dan diterima masyarakat hasil dari jerih payah perjuangan para perintis ini. Dari titik tolak yang penuh kesulitan, penentangan, kesempitan hidup dan sedikitnya kawan serta penolong akhirnya menjadi keluasan dan terbukalah berbagai kelapangan oleh Allah baik dari pengikut, ekonomi, pendidikan dll.

Generasi pengasas adalah pelaku pembaharu agama dan yang menghidupkan agama. Perjalanan kehidupan mereka hanya ada dua pilihan: Apabila tidak mati syahid karena ujian maka mereka bersembunyi dari posisi keduniaan karena banyaknya kompetensi yang merebutkannya.

Dengan resiko-resiko yang berat seperti itu maka tidak ada yang dapat bersabar dan tabah kecuali orang-orang yang yakin pada akhirat. Mereka adalah orang-orang yang beramal hanya untuk mencari wajah Allah, orang-orang yang berislam hanya untuk merebut janah dan kenikmatannya.

Masalah 3

Ketika kita mengamati perjuangan sahabat dari golongan Anshar di Madinah, saat buah perjuangan dengan anugerah tamkin sudah tampak hasilnya dan siap diraih, justru malahan mereka melihat bunganya dipetik oleh orang-orang yang sebelumnya mereka perangi lalu masuk Islam.

Dalam perang Hunain sekitar sebulan pasca Fathul Makah, kaum muslimin mendapatkan ghanimah yang melimpah ruah setelah mengalahkan Bani Hawazin dan Tsaqif. Tetapi kemudian, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam membagikan ghanimah tersebut pada kaum yang baru masuk Islam untuk melunakkan hati mereka. Anshar tidak mendapatkan apapun dari pembagian ghanimah.

Hati kaum Anshar berduka, hasil pengorbanan mereka diberikan kepada saudara-saudara baru yang dahulu membuat mereka menderita. Selain itu, kaum Anshar juga khawatir Rasulullah shallallahu alaihi wassalam akan kembali bermukim di Makah meninggalkan mereka. Kaum Anshar sangat sedih dengan hal-hal tersebut, mereka akan pulang ke Madinah tanpa membawa apapun termasuk berpisah dengan Rasul shallallahu alaihi wassalam yang mulia.

Seluruh harta, kebun dan hasil perkebunan telah mereka persembahkan untuk jihad hingga tersisa air mata yang mereka miliki. Sahabat Anshar saling mengeluh diantara mereka namun mereka malu menyatakannya pada Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Hingga akhirnya Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mendengar informasi tersebut lalu memanggil kaum Anshar.

Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dihadapan mereka:

اَلْمَحْيَا مَحْيَاكُمْ وَ اْلمَمَاتُ مَمَاتُكُمْ

“Tempat hidupku di tempat hidup kalian, dan tempat matiku di tempat mati kalian.”

Saudara-saudara baru mereka pulang membawa ghanimah dari hewan-hewan ternak dan tunggangan, sedangkan mereka pulang membawa Rasulullah shallallahu alaihi wassalam ke Madinah. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam tidak ingin bermukin di Mekah negerinya tercinta yang telah beliau rebut dan kuasai.

Inilah karakter perintis dan pionir sepanjang sejarah Islam. Hasil perjuangan mereka dinikmati oleh generasi yang lebih muda dan lebih akhir masuk Islam atau memahami Islam.

Masalah 4

Karakter kehidupan para perintis sepanjang sejarah mirip dengan Anshar, maka mereka membutuhkan keikhlasan yang lebih. Jika tidak, lalu hatinya diselubungi asap atau menjadi rusak niatnya, akan marah karena sedikitnya perhatian dan pelayanan dari generasi yang lebih muda, yaitu ketika manusia tidak menempatkan mereka pada posisi yang semestinya.

Terdapat contoh keikhlasan yang patut dijadikan tauladan dalam pembahsan ini. Abu Ayub Al-Anshary radhiyallahu anhu pernah menolak berperang dibawah kepemimpinan Yazid bin Muawiyah karena kemungkaran yang dia lihatnya. Yazid seorang tabi’in anak Muawiyah radhiyallahu anhu menduduki kursi kekhalifahan padahal masih terdapat sahabat-sahabat utama yang masih hidup. Kemudian Abu Ayub ingat bahwa perintah tersebut adalah jihad fisabilillah, maka dia dia menguatkan dirinya sendiri dan keluar berperang dibawah perintah Yazid penyerbuan Konstantin hingga syahid. Prajurit Islam tidak mempermasalahkan siapa yang memerintahkan berperang selama itu jihad fisabilillah ta’ala dan amal untuk mencapai janahnya, bukan demi tujuan lainnya.

Masalah 5

Hadits ini merupakan wasiat Rasulullah shallallahu alaihi wassalam agar generasi setelahnya memelihara orang-orang yang telah merintis dakwah dan perjuangan ini. Wasiat ini menjadi sangat penting kedudukannya karena mereka seringnya terlupakan. Nasihat bagi para pemimpin dan siapa yang mendapatkan manfaat kekayaan dunia setelah dakwah berkembang luas agar mereka tidak melupakan para perintis.

Hendaklah mereka mendudukkan mereka pada posisi yang istimewa berbeda dengan orang-orang lainnya. Sebab mereka tidak seperti manusia lainnya. Mereka muncul saat pejuang masih sedikit dan dalam kondisi lemah. Keimanan mereka adalah keimanan para pendahulu yang memiliki keutamaan daripada keimanan orang yang datang setelahnya. karena itu mereka berhak menerima keistimewaan.

Timbangan keutamaan itu bukan berdasarkan jumlah tetapi berdasarkan jejak dan perintisan. Keutamaan dan keimanan orang-orang generasi awal tidak bisa dibandingkan dengan orang-orang setelahnya. Kesalahan mereka pada selain kesalahan hudud hendaknya juga dimaafkan. Seharusnya bersikap lunak pada kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat. Tidak menyikapi kesalahan mereka seperti menyikapi orang-orang selain mereka. Jangan menegur mereka seperti kita menegur anak-anak kecil dengan suara lantang.

Hendaknya kita menjaga keutamaan orang-orang yang utama, menjaga orang-orang yang lebih dahulu terjun dalam pengorbanan dakwah Islam. Menempatkan orang sesuai dengan kapasitasnya, kaum Anshar kita tempatkan sebagai Anshar yang mulia, ahlul ilmu kita tempatkan sebagai orang berilmu, ahlul jihad kita tempatkan sebagai mujahid.

13 Muharam 1442 / 1 September 2020
 

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.