Fungsi Menulis dan Tulisan

Submitted by admin on Wed, 06/15/2022 - 11:59
Penulis

Syeikh Umar Mahmud dalam Fanul Qiroaah berkata:

العلم و الثقافة و المعرفة لتكون مشاعا مرغوبة لا بد ان تكون انسانية تحقق التواصل مع الانسان وذالك ان يجد نفسه فيها

Ilmu, pengetahuan, tsaqafah agar bisa menyala dan dirindui harus menjadi manusia yang berkomunikasi dengan manusia. Yaitu dengan menemukan dirinya dalam tulisannya.

 

Menulis berfungsi sebagai komunikasi dengan pembaca, berbicara dengan pembaca. Komunikasi ini akan berhasil jika pembaca menemukan diri penulis dalam tulisannya. Muncul rasa tergugah di hati untuk terus menelusuri goresan pena. Ada emosi yang berkecamuk ketika membaca kata demi kata.

Kalimat menjadi perantara menyampaikan ilmu, teks menjadi pemahaman yang mencerdaskan, tulisan bisa diambil pelajaran dan petunjuk. Inilah fungsi menulis dan tulisan sebagaimana dikehendaki Allah dalam firman-Nya:

الرَّحْمَٰنُ * عَلَّمَ الْقُرْآنَ * خَلَقَ الْإِنْسَانَ * عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

Ar-Rahman. Yang telah mengajarkan al Quran. Dia menciptakan manusia. Mengajarkan al-bayan. (Ar-Rahman: 1-4)

Mengajarkan al bayan yaitu; mengajarkan kebaikan dan apa itu keburukan, seperti ditafsirkan oleh Qatadah rahimahullah. Maka tulisan itu berfungsi untuk mengajarkan kebaikan, inspirasi kebaikan dan menyingkap keburukan. Sedang ruh penulis hidup dalam karyanya dengan memperbanyak ibadah serta beramal shalih yang dilakukan oleh penulis sehingga tulisannya menyala.

Tulisan yang mengandung al-bayan di dalamnya akan menyingkap keindahan terindah dari naluri manusia yang disebut gharizah. Akal bagian dari gharizah demikian pula agama. Namun barat menyesatkan makna gharizah dengan syahwat, karena mereka menyamakan manusia dengan binatang.

Zen Ibrahim

16 Dzulqadah 1443 / 15 Juni 2022