Hanya Amalan Puasa yang Tidak Digugurkan Maksiat

wakaf laptop

 

Penulis

Amal shalih dapat menghapus dosa yang dilakukan oleh seseorang, seperti firman Allah:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

”Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Hud: 114)

Sebaliknya, perbuatan maksiat juga dapat menggugurkan sebagian amal shalih. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَنْ تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.” (Al-Hujurat: 2)

Hanya karena perbuatan maksiat dengan meninggikan suara melebihi suara Nabi salalallahu alaihi wassalam menjadi penyebab hilangnya amal. Dalam hadits disebutkan:

مَنْ تَرَكَ صَلَاةَ الْعَصْرِ ، فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُه

”Siapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka amalnya akan gugur.” (Al-Bukhari)

Kedua dalil di atas menunjukkan, amal kebaikan seorang hamba bisa terhapus karena perbuatan maksiat yang dilakukannya. Namun amal kebaikan yang terhapus hanya sebagian tidak seluruhnya. Perbuatan dosa yang dapat menghapus seluruh amal hanyalah syirik dan kekufuran seperti firman Allah:

لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ

”Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu.” (Az-Zumar: 65)

Sufyan bin Uyainah rahimahullah, meriwayatkan dari perkataan Asy-Syafii rahimahullah tentang makna kalimat:

إِلَّا الصَّوْمَ ، فَإِنَّهُ لِي

”Kecuali amalan puasa. Amalan tersebut untuk-Ku.”

Kalimat tersebut adalah firman Allah ta'ala hadits hadits Qudsi berikut:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ ، الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ ، فَإِنَّهُ لِي ، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

”Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh anak Adam akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ta’ala berfirman: Kecuali amalan puasa. Amalan tersebut untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalas puasanya.” (Muslim)

Sufyan bin Uyainah memaknainya dengan: Perbuatan maksiat seseorang tidak bisa menghilangkan amal puasa.

Seluruh jenis amal shalih bisa gugur karena perbuatan maksiat kecuali amalan puasa, dia tidak dapat terhapus akibat dosa. Sebab Allah berfirman: ”Amalan tersebut untuk-Ku”.

Di hari kiamat nanti, kebaikan seseorang akan diambil sebagai ganti dari perbuatan dosanya. Misalnya, seorang pembunuh, pencuri atau pengghibah. Kebaikannya akan diambil dan diletakkan di atas mizan untuk menimbang kezhalimannya. Namun amal puasa tidak dapat diambil untuk menggantikan kelalimannya. Inilah keistimewaan ibadah puasa.

Ramadhan 1440 H

Disarikan dari Kalimatu Ramadhaniyah Syeikh Abu Qatadah hafizhahullah.