Keutamaan Jihad dan Sabar di Ramadhan

wakaf laptop

 

Penulis

Bulan ramadhan bulan ketaatan. Bulan qiyamullail, berlemah lembut pada kaum muslimin, membaca Al-Quran, zikir, itikaf dll. Tapi, bulan ini juga bulan jihad dan para sahabat sangat mengetahui makna ini.

Bulan yang waktu-waktu menjadi bernilai sangat tinggi membuka berbagai macam rahmat untuk mempermudah capaian maslahat diniyah. Sebab itu Khalifah Umar radhiyallahu anhu memerintah memulai peperangan pada hari jumat, karena pada hari tersebut malaikat pada turun, ruh-ruh menjadi thayib dan dipanjatkannya doa-doa dari mimbar-mimbar masjid.

Nabi shalallahu alaihi wassalam, ditolong Allah saat perang Ahzab saat ruh-ruh para sahabat naik menjadi thayib. Datanglah badai yang menerjang tenda-tenda dan mengacaukan barisan musuh. Saat ruh menjadi thayib turunlah pertolongan Allah pada Nabi-Nya.

Sebab itu, para sahabat memanfaatkan situasi saat turunnya malaikat dan ruh-ruh menjadi thayib untuk melaksanakan ketaatan dan memperoleh kebaikan dien mereka. Dengannya mereka juga memperoleh keutamaan yang ditakdirkan di dunia.

Jika kita perhatikan, pertempuran-pertempuran besar terjadi pada bulan ramadhan. Mengapa? Memanfaatkan turunnya malaikat di bulan ini seperti firman Allah:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ

”Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.” (Al-Qadr: 4)

Menolong dien Allah merupakan amalan paling agung teragung di bulan ini, dalam hadits disebutkan:

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Barangsiapa melakukan puasa satu hari fisabilillah, maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan 70 tahun.” (Bukhari)

Puasa sehari saja fisabilillah, Allah jauhkan darinya neraka sejauh 70 tahun, pada riwayat lain sejauh 500 tahun. Tapi amalan ini hanya bagi mereka yang menolong dien Allah dengan melakukan fisabilillah. Menurut Ibnu Rusyd, seluruh ulama sepakat bila kata fisabilillah disebutkan dalam Al-Quran dan hadits maknanya perang.

Makna ini menolak mereka yang beranggapan makna fisabilillah dalam Al-Quran dan hadits bisa mencakup segala bentuk ketaatan. Berarti katagori asnaf zakat fisabilillah yaitu pembagian khusus bagi mereka mujahid yang berperang bukan untuk semua orang.

Mereka yang mendapat keutamaan ribath dan jihad memiliki hak didoakan dan diistighosahkan kepada Allah, mereka inilah yang dimaksud fisabilillah dalam hadits. Bulan ini waktu yang sangat tepat memperbanyak doa kepada para mujahidin fisabilillah, para ahlul bala (orang-orang yang mendapat ujian), ahlu tha'ah (orang-orang yang berlomba melaksanakan ketaatan) yang menolong dien Allah ta'ala dan kepada para ulama.

Atas fadhilah Allah, mujahidin fisabilillah telah memenangkan berbagai macam pertempuran dan membuka front-front jihad dan pasar keimanan dibanyak tempat. Yaitu mujahidin ahlu sunnah yang berperang di atas manhaj sunah bukan manhaj ghuluw dan khawarij. Cita-cita mereka menjatuhkan para thaghut dan melakukan pembelaan umat dengan menahan serangan musuh.

Merekalah hamba-hamba Allah yang telah melesat menegakkan kewajiban, yaitu kewajiban aini. Sebab hukum jihad hari ini wajib ain bukan wajib kifayah. Allah telah merahmati umat ini dengan memilih mereka untuk melakukan pertahanan bagi dien dan umat ini.

Sedangkan ahlu bala, mereka adalah orang-orang yang sabar dalam penjara-penjara thaghut atas usaha mereka melakukan perbaikan di atas sunah. Hendaknya di bulan ini, kita mengingat orang-orang yang terasing dibalik teralis besi. Jumlah mereka banyak tapi hanya sedikit yang kita kenal. Hanya sedikit yang kita terima informasinya. Mereka diintimidasi dengan berbagai macam bentuk siksaan, detik demi detik hidup di atas ujian.

Mereka jauh terpisah dengan keluarga, namun pada saat yang sama kita setiap hari bercengkerama dengan keluarga. Sebab itu, kewajiban kita mendoakannya. Kita saksikan penjara Israel sesak dengan penduduk Palestina yang terjajah.

Diberbagai belahan dunia kita saksikan para ulama meringkuk dalam penjara karena al-haq yang mereka katakan atau karena thaghut merasa terancam. Bahkan baru-baru ini ukhti Alya Abdun Nur syahid - semoga Allah merahmatinya -di penjara Uni Emirat Arab setelah melewati hidupnya antara siksaan dan siksaan serta penghancuran kehormatan hanya karena mengirim dana untuk yatim dan janda di Suriah.

Alya Abdun Nur
Alya Abdun Nur rahimahallah

 

وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ

”Dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh.” (At-Taubah: 120)

Hendaknya kita mendoakannya seperti kita mendoakan orang tua kita, istri-istri kita dan anak-anak kita. Mereka telah melakukan penjagaan pada dien ini. Keberadaan mereka adalah kenikmatan dari Allah. Mereka membantah orang-orang batil dari para ulama sesat, ulama zindiq dan ulama penguasa yang menjual dien mereka demi kepentingan duniawi.

Jika memungkinkan hendaknya berziarah pada keluarga yang ditinggalkan serta memenuhi kebutuhannya. Sebab kefakiran menghancurkan kehormatan seseorang. Jangan sampai kita membuat mereka bergantung dengan manusia akhirnya jatuhlah kewibawaannya sebagai ahlu dien. Bila demikian Allah murka pada kita.

Ramadhan 1440 H

Disarikan dari Kalimatu Ramadhaniyah Syeikh Abu Qatadah hafizhahullah.