Yuk, Update Niat Puasa Kita!

menjadi pribadi tangguh

 

Submitted by admin on Tue, 05/07/2019 - 23:17
Penulis

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni dosanya yang telah lewat”. (Muttafaq alaih)

Makna إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا (karena iman dan karena ingin mendapat pahala) merupakan bentuk niat puasa.

Niat perkara esensial bagi seseorang, sebab itu dia harus serius memperhatikan niatnya. Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah ditanya apa yang diniatkan seseorang ketika hendak shalat?

Pertanyaan sederhana ini hampir-hampir tidak pernah diajukan seorangpun hari ini. Tidak peduli lagi, apa niatnya saat hendak takbir. Padahal niat itu banyak, bukan hanya satu saja.

Kita bila shalat hanya meniatkan untuk melakukan suatu bentuk ibadah, atau niat untuk memperoleh pahala. Padahal di sana ada niat-niat yang agung. Imam Ats-Tsaury rahimahullah menjelaskannya saat menjawab pertanyaan orang tersebut. Ats-Tsaury adalah imam wara yang mengajarkan umat ilmu wara kepada umat.

Ats-Tsaury menjawab: “Niatkan untuk munajat pada Rabbnya!”

Lihatlah, ini merupakan niat lain ketika akan shalat selain niat ibadah, yaitu niat bermunajat pada Allah. Munajat dari kata najwa artinya bisikan atau berbicara pelan untuk merahasiakan pembicaraan agar tidak didengar orang lain.

Maknanya, dia shalat dengan niat bermunajat pada Allah, berbisik pada Allah, berbicara dengan lembut dengan Allah dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Allah padanya.

Ketika shalat, dia membaca firman-firman-Nya melalui lisan lalu dia dengar firman tersebut melalui telinganya. Dia baca dengan lirih, perlahan dan halus. Dia berdiri tunduk dengan adab dan khasyiah. Lalu dia tunduk dengan rukuk dan merebah sujud bersimpuh dihadapan-Nya. Inilah munajat yang dia niatkan untuk shalat.

Sebab itu, miliki niat agung pada puasa kali ini yaitu:

Niat pertama: Kita niat puasa untuk menjalankan ketataan pada Allah azza wa jalla, melaksanakan perintahnya. Niat ini bentuk niat paling agung karena mengandung makna ubudiyah (peribadatan) dan praktek tunduk pada perintah.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

“Diwajibkan atas kamu berpuasa.” (Al-Baqarah: 183)

Niat kedua: Niat memperoleh pahala yang dijanjikan oleh Allah azza wa jalla, dibatalkan dosa masa lalu dan memanen pahala unlimited. Dengan niat ini kita berharap bisa masuk janah melalui pintu Ar-Rayan.

Nama Ar-Rayan majas hiperbola dari Ar-Ray (situasi yang baik penuh kenikmatan). Siapapun yang sampai pada pintu Ar-Rayan akan merasakan situasi dan lingkungan yang sangat nyaman penuh kenikmatan sebagai balasan dari ketaatan pada Allah. Taat menjauhi jimak, makan, minum, menahan lisan serta larangan lainnya.

 

Ramadhan 1440 H

Disarikan dari Kalimatu Ramadhaniyah Syeikh Abu Qatadah hafizhahullah, Halaqah 1.

Artikel Terkait