Ikhtisar Kitab Al-Ahkam As-Sulthaniyah Syeikh Abu Bashir

menjadi pribadi tangguh

 

Pengantar

Referensi tentang Al-Ahkam As-Sulthaniyah (Tata Negara Islam) dan As-Siyasyah Asy-Syariyah (Politik Syari) sangat sedikit dibanding tema aqidah, fiqih dan lainnya. Penyebabnya, selama berabad-abad kepemimpinan dalam dunia Islam berbentuk kerajaan. Di mulai semenjak Pemerintahan Umayah, keamiran ditunjuk melalui model pewarisan dan kekerabatan yang segera dibaiat oleh keluarga kerajaan dan para pengawal setia. Selanjutnya masyarakat mengikuti baiat tersebut.

Syeikh Abu Bashir At-Thortushi atau Abdul Munim Musthafa Halimah hafizhahullah, seorang ulama yang dikenal dalam dunia pergerakan jihad memandang perlunya membuka khazanah ini kembali. Terutama setelah terjadinya revolusi musim semi di negara-negara Arab. Ketika rakyat muslim di Mesir, Tunisia, Libya, Yaman, Suriah dll berani melawan era diktatorisme.

Satu persatu para thaghut negeri yang menempatkan bangsa dan negara sebagai kekuasaan pribadi tumbang. Rakyat yang semula hanya menjadi sapi perah dan keledai mulai mendapatkan kebebasan.

Dari poin tersebut beliau memandang adanya sebuah kajian kembali politik Islam yang sesuai dengan realitas. Fikih politik saat umat dalam tekanan ketertindasan pemerintahan diktatorisme berbeda dengan fikih ketika negeri kembali pada rakyat. Masing-masing kondisi memiliki fikih yang berbeda, penyikapan yang berbeda dan jalan perjuangan yang berbeda pula. Siapa saja yang mencampur adukan antar keduanya hanyalah orang yang bodoh.

Kitab setelab 408 ini dibagi menjadi lima bab utama yaitu:

  1. Istilah-istilah yang terkait dengan Hukum Tata Negara dan Politik Islam.

  2. Karakter syariat Islam.

  3. Karakter penduduk muslim.

  4. Sumber hukum Islam.

  5. Asas-asas Hukum dalam Negara Islam.

Karena buku ini lumayan tebal dan banyak faidah penting yang bisa kita pelajari, ringkasan saya bagi menjadi lima seri.

Artikel Terkait