wakaf laptop

 

Bab 3 Karakteristik Masyarakat Muslim

1 Masyarakat Muslim Adalah Politisi Sejati

Dalam masyarakat muslim, setiap orang laki-laki maupun perempuan, pemerintah atau sipil dan siapapun yang menjadi masyarakat muslim adalah seorang politikus, melakukan amal politik sesuai kemampuannya dan posisinya.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahgian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar.” (At-Taubah: 71)

Memerintah yang ma’ruf dan melarang yang mungkar meliputi seluruh perintah dan larang tersebut seperti politik, ekonomi, sosial, aqidah, ilmu pengetahuan, peribadatan dan yang lainnya.

ألا كلُّكُم راعٍ، وكلكم مسؤول عن رعيته

Setiap kalian adalah pemimpin. Setiap kalian bertanggung jawab pada yang dipimpinnya.” (Muttafaq alaih)

Setiap kalian, yaitu laki-laki dan perempuan memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin dan politikus yang mempunyai tanggung jawab pada yang dipimpinnya sesuai dengan posisi dan tanggung jawabnya. Seorang pemimpin bisa memimpin dengan hak dan juga bisa dengan batil.

من رأى منكم مُنكراً فليغيرْهُ بيدِه، فإن لم يستطِعُ فبلسانِه، فإن لم يَستطِع فبقلبِه وذلك أضعفُ الإيمان

Siapa di antara kalian melihat kemungkaran, rubahlah dengan tangannya! Jika tidak mampu dengan lisannya! Jika tidak mampu pula dengan hatinya dan itu selemah-lemah iman.” (Muslim)

Tugas merubah kemungkaran dibebankan pada seluruh umat Islam laki-laki dan wanita. Siapa di antara kalian melihat kemungkaran, baik kemungkaran politik, ekonomi, sosial, akhlak dll maka rubah semampunya.

سيِّدُ الشُّهداء حمزةُ بنُ عبدِ المطلب، ورجلٌ قامَ إلى إمامٍ جائرٍ فأمرَه ونهاهُ فقتَلَهُ

“Penghulu para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthallib dan orang yang mendatangi penguasa zhalim lalu memerintahkannya (kepada kebaikan) dan mencegahnya (dari keburukan), kemudian ia (penguasa zhalim itu) membunuhnya.” (Al-Hakim)

Mendatangi penguasa zhalim lalu menasihatinya adalah aktivitas politik sepenuhnya sesuai dengan seluruh definisi beramal dalam bidang politik.

أفضلُ الجهادِ كلمَةُ حَقٍّ عندَ سُلطانٍ جائرٍ

Jihad paling utama adalah mengucapkan kalimat yang haq di hadapan penguasa yang zhalim.” (Abu Dawud)

Ini adalah amal politik juga bahkan Nabi salallahu alaihi wassalam mensifatinya sebagai amal jihad dan jihad yang paling utama.

إنَّ الدينَ النَّصيحةُ، إنَّ الدينَ النصيحةُ، إنَّ الدينَ النَّصيحةُ، قالوا: لمن يا رسولَ الله؟ قال: لله، وكتابِه، ورسولِه، وأئمَّةِ المؤمنين وعامَّتهِم، وأئِمَّةِ المسلمين وعامَّتِهم

Agama adalah nasihat. Kami bertanya, Untuk siapa? Beliau menjawab, Bagi Allah, bagi kitab-Nya, bagi rasul-Nya, bagi pemimpin-pemimpin kaum muslimin, serta bagi umat Islam umumnya. (Muslim)

Amal politik masuk sepenuhnya dalam makna nasihat yang wajib kepada kaum muslimin dan masyarakatnya.

Dari dalil-dalil ini, politik merupakan perhatian yang harus diperhatikan oleh setiap muslim. Harus memperhatikan kepentingan kaum muslimin baik yang umum maupun khusus, bidang politik atau non politik.

Kesimpulan: Tidak ditemukan dalam sebuah masyarakat muslim seseorang yang mengatakan Rabbku adalah Allah, dan berdienul Islam yang bukan seorang politikus dan tidak perhatian pada politik. Bahkan andai dia tidak mengetahui bahwa dia politikus atau bergerak dalam bidang politik atau mencintai politik maka dia seorang muslim secara otomatis menjadi politikus suka atau tidak suka.

Terdapat upaya untuk mempersepsikan dien hanya hubungan antara manusia dengan manusia jauh bukan mengatur kehidupan manusia secara utuh. Mereka menyangka dien tidak boleh masuk dalam medan politik, pemerintahan dan kehidupan. Ini hanya ditemukan dalam masyarakat nasrani sekuler yang memisahkan antara dien dengan kehidupan.

 

2 Masyarakat Muslim Adalah Masyarakat Yang Mengingkari Sekulerisme dan Sekulerisasi

Masyarakat muslim tidak seperti masyarakat nasrani kuno di bawah tekanan pemerintahan gereja selama berabad-abad yang tidak menemukan cara untuk maju, kebebasan ilmiah dan bebas dari belenggu kebodohan kecuali dengan jalan merdeka dari gereja dan meninggalkan agamanya. Sedangkan masyarakat muslim tidak memiliki pertentangan dengan diennya. Islam adalah dien yang mengingkari sekulerisme dan sekulerisasi dengan alasan:

  1. Islam tidak bertentangan dengan ilmu.

  2. Islam dien dan daulah, pemerintahan, politik dan kehidupan.

  3. Setiap muslim otomatis adalah politikus sejati.

Siapa saja yang merasakan nikmatnya Islam, kebaikannya dan keindahannya, mengenal hakikatnya dia tidak akan ridha dengan dien selain Islam. Sama saja apakah agama lain tersebut merupakan agama samawi kuno atau agama buatan manusia seperti sekularisme, liberalisme, demokrasi, sosialisme dan lainnya. Bagi masyarakat muslim tidak ada tempat bagi sekulerisme untuk dapat berkembang di dalamnya.

3 Masyarakat Muslim Adalah Masyarakat Yang Menolak Kesyirikan dan Tuhan-Tuhan Tandingan.

Masyarakat muslim bisa berinteraksi dengan pemikiran apapun selama baik. Melihat mana yang baik kemudian diambil dan menolak yang buruk serta berhati-hati dengannya kecuali kesyirikan, yaitu perbuatan yang menyamakan antara makhluk dengan pencipta, dalam kasus lainnya bahkan mengangkat dirinya lebih tinggi dari pencipta. Maka perbuatan syirik tersebut tertolak semuanya.

 

4 Masyarakat Muslim Adalah Masyarakat yang Memiliki Ikatan Kuat

Masyarakat muslim adalah masyarakat yang kuat menyayangi yang lemah dan menolongnya, yang kaya memberi pada si miskin, tetangga berbuat baik pada tetangganya dan mengetahui hak-haknya, yang lapang memberi kemudahan bagi mereka yang kesulitan, yang sehat menjenguk yang sakit, junior menghormati senior, senior lembut pada junior. Inilah di antara sifat masyarakat muslim yang tidak terdapat pada masyarakat lainnya.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Hanyalah orang-orang beriman itu yang bersaudara.” (Al-Hujurat: 10)

للمؤمِن على المؤمن ستُّ خِصالٍ: يعودُه إذا مرضَ، ويشهَدُه إذا مات، ويُجيبُه إذا دعاه، ويُسلِّم عليه إذا لقيَه، ويُشمِّتُه إذا عطَسَ، ويَنصحَ له إذا غاب أو شَهِد

Hak seorang mukmin terhadap mukmin yang lain ada enam; menjenguknya ketika sakit, melayatnya ketika meninggal, memenuhi undangnyan, mengucapkan salam jika bertemu, mendoakannya jika bersin, dan memberi nasihat saat dia ada atau pergi. (Muslim)

Salah satu bentuk nasihat pada saudaranya yaitu menginginkan kebaikan baginya dan memberi pertolongan serta mencegah bahaya dan ancaman yang bisa menyakitinya saat dia ada atau tidak ada.

ترى المؤمنين في تراحُمِهم وتوادِّهم، وتعاطُفِهم، كمثلِ الجسدِ إذا اشتكى عضواً تداعى لهُ سائرُ الجسدِ بالسَّهرِ والحُمَّى

Kamu melihat kaum mukminin di dalam sayang- menyayangi, cinta-mencintai dan lemah lembut di dalam pergaulan mereka adalah seperti satu badan, jika ada satu anggota yang mengeluh sakit maka anggota-anggota yang lain ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam”. (Muttafaq alaih)

مَن نَفَّسَ عن مُسلِمٍ كُربَةً من كُرَب الدنيا، نفَّسَ اللهُ عنه كُربةً من كُرَبِ الآخرةِ، ومَن سَترَ على مسلمٍ ستره الله في الدُّنيا والآخرِة، واللهُ في عونِ العبدِ ما كان العبدُ في عونِ أخيه

Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya di Hari kiamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.” (Muslim)

واللهِ لا يُؤمِنُ، والله لا يُؤمن، والله لا يؤمن" قيل: مَن يا رسول الله؟ قال: الذي لا يأمَنُ جارُه بوائِقَه

Demi Allah tidak sempurna iman, demi Allah tidak sempurna iman, demi Allah tidak sempurna iman seseorang. Seorang sahabat bertanya: Siapa wahai Rasulullah? Beliau menjawab: yang tetangganya merasa tidak aman dari keburukannya perilakunya.” (Ahmad)

Dan masih banyak dalil-dalil lainnya yang menyebutkan tentang kerjasama, persaudaraan dan saling bantu membantu antara kaum muslimin. Persoalan ini sangat penting dilaksanakan, didakwahkan dan diingatkan manusia tentang urgensinya. Jika ingin hidup di lingkungan yang adil, bersaudara, cinta, tolong menolong dalam kebaikan. Politik saja tidak cukup untuk mencapai tujuan jika jauh dari sifat dan karakter ini.

Alasan yang membuat saya mengingatkan persoalan yang membuat istimewa masyarakat muslim ini dari masyarakat yang lainnya yaitu:

  1. Kebutuhan masyarakat terutama pasca revolusi arab setelah lepas dari belenggu para thaghut diktaktor.

  2. Tidak mungkin suatu pemerintahan dengan ekonomi yang baik, kekayaan melimpah, politik yang stabil, kepemimpinan yang hikmah tidak mungkin bisa berjalan sendirian tanpa masyarakat yang memiliki sifat-sifat tersbut.

  3. Kehidupan di kota-kota modern hari ini telah kehilangan unsur-unsur tersebut dan menjadi masyarakat yang individualisme akibat usaha kaum munafikin dan penyeru sekulerisme.

5 Masyarakat yang Selalu Merasa Diawasi Allah

Ketika masing-masing warga memiliki iman pada ghaib, iman pada Allah yang Maha Agung, hari akhir, janah dan neraka, iman bahwa Allah menyertai mereka, melihat kondisi mereka dan rahasia-rahasia maka mereka tidak membutuhkan pengawasan dari teknologi keamanan seperti kamera dll.

Sekulerisme berusaha menghilangkan aqidah iman pada ghaib sehingga mereka membutuhkan perangkat teknologi pengawasan. Jika masyarakat telah kehilangan iman pada ghaib akan menjadi masyarakat yang buas dan terlaksana hukum rimba. Yang kuat memakan yang lemah, tidak ada yang merasa aman meskipun berbagai macam undang-undang dan hukum dibuat.