Pengaruh Pemikiran Sukulerisme pada Model Lembaga Dakwah dan Pendidikan

Submitted by admin on Sat, 05/14/2022 - 09:27

Pokok pikiran sekularisme memisahkan din dan dunia. Urusan din diserahkan pada pribadi masing2 sedang urusan dunia menjadi pekerjaan kolektif (baca: keumatan).

Karena kehidupan kita di bawah bayang-bayang sekularisme sejak lama yang mengatur seluruh sendi kehidupan dan hukum, tanpa sadar dan tanpa sengaja dakwah terpengaruh. Contoh: taklim, mengajar, membina adalah agenda yayasan dan lembaga (baca: keumatan). Apapun yg dibutuhkan selama itu agenda umat akan diusahakan dipenuhi. Sedang urusan asap dapur rumah tangga itu urusan individu masing-masing (beras habis pikir sendiri).

Zuhud, Agar Amal dan Dakwah Berkualitas

Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:53

Ayat ini juga seruan untuk zuhud dengan dunia. Karena seorang hamba yang hatinya tersemat raghbah pada Allah akan menghalanginya dari raghbah pada dunia. Sifat ini merupakan kedudukan para ulama pemberi petunjuk dan din sepanjang sejarah kita. Ketika ahlul ilmi dan din berebutan dunia maka kepemimpinan mereka juga akan lenyap seperti lenyapnya kewibawaan, bekas dan perkataan mereka dihadapan manusia.

Merindu Kematian

Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:52

Sebab itu hendaknya setiap orang berharap (raghbah)1 kepada perjumpaan dengan Rabbnya seperti dalam hadits:

مَنْ أحَبَّ لِقَاءَ اللهِ أَحَبَّ اللهُ لِقَاءهُ

“Siapa yang mencintai bertemu Allah maka Allah akan mencintai bertemu dengannya.” (Al-Bukhari Muslim)

Tidak Menawar Dunia dalam Dakwah

Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:49

Para Nabi ketika memulai dakwah agar dakwahnya diterima mereka mengatakan:

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semeta alam.” (Asy-Syuara: 180)

Jangan Berpindah dari Sebuah Amalan Sebelum Selesai Sempurna

Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:43

Pemahaman ayat ini juga; seseorang jangan melakukan amal baru kecuali jika dia telah selesai dengan amal yang lebih dahulu dikerjakan sampai selesai atau terdapat kelapangan sehingga bisa melakukan pekerjaan baru. Allah berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” (Asy-Syarah: 7)

Jangan Berhenti Beramal

Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:37

Pemahaman keterkaitan dua perkara ini terkumpul dalam satu maqam, yaitu ayat:

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu terdapat kemudahan.” (Asy-Syarah: 6)

Dengan ayat:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” (Asy-Syarah: 7)