Imad Aqil: Legenda Jihad dan Perlawanan karya Ghassan Dawuar

Submitted by admin on Sat, 04/20/2019 - 13:32

Perkara yang menguatkan tsiqah padamu pada Allah, membuat ibadahmu menjadi semakin baik, memperkuat pencapaianmu pada jalan tsabat dan sabar serta menanggung beban yaitu dengan membaca sirah kesatria agung yang berlalu di jalan ini. Sejarah iman dan jihad fi sabilillah ta’ala terus berlanjut tanpa putus.

Dari tanah, lapisan-lapisan umat dan dari rahim wanita-wanita suci Allah pilih untuk-Nya para kestaria. Dengannya terukir izah dan keperwiraan mendaki ke medan syahadah dan tsabat. Hingga tanah bertransformasi menjadi rumus yang mencerahkan manusia agar mereka tidak stagnan.

Betapa indahnya jika harimu dimulai dengan membaca sirah kesatria, mereka bagian darimu dan kamu bagian dari mereka. Mereka adalah manusia yang membenamkan makna dalam lubuk terdalam orang-orang. Kitab ini tidak boleh hanya kamu jadikan bacaan saja setelah itu kamu simpan bukunya dalam lemari. Lalu kamu tidak mencermati perkatannya setelah dia syahid. Padahal kalimat-kalimat itulah yang membuat kitab ini menjadi sangat berbobot. Jangan sampai susunan kata yang mengalir seperti alunan musik syahdu tidak mampu meresap dalam sanubarimu, membuat kalimat-kalimat itu hanya sekedar kata kosong.

Aku tidak suka ketika membaca sirah kesatria hanya mengambil informasi yang tertera dalam tulisan itu saja. Tanpa menambah tulisannya dan memperluas kazanahnya. Aku lakukan ini supaya lebih yakin saja. Seperti yang dilakukan penulis pada kesatria pemuda yang agung Imad Aqil. Dengan perbuatannya saja, cita-cita dan kemauan saja, mampu membuat dirimu terpengaruh dan ingin berbuat seperti apa yang dia lakukan.

Kisah yang paling ajib pada pemuda kestaria ini, Imad Aqil, dia membuat banyak hal yang tidak pernah terbayangkan. Iradahnya hidup bukan khayalan. Dia membuat hal tersebut untuk satu kepentingan yaitu syahadah. Maka dia buat sesuatu yang besar dan berhak mendapat derajat tinggi dengan syahadah atas ijin Allah.

Sirah seperti Imad Aqil jika diceritakan dengan sebenarnya tanpa dimanipulasi memberikan kekuatan pada pemuda Islam kekuatan, tujuan hidupnya menjadi baik dan keinginan untuk bergabung dengannya dan tertawan dengan apa yang dia peroleh. Maka mereka mencari ridha Allah dan masuk ke barisan syahadah yang tak henti terputus. Sebab sirah Imad Aqil menjadi bara dalam hati laki-laki dan iradah.

Ketika engkau membaca sirah orang syahid yang agung ini, kamu akan merasakan cinta para pemuda yang mengelilinginya. Senyum di pipi mereka mengembang. Kamu akhirnya tahu jika umat ini belum mati, rahim ibu-ibu kita belum mandul, meskipun dengan minimnya tarbiyah imaniyah di medan jihad – dan jihad itu sendiri – para pemuda ini bisa mengejar kesyahidan. Mereka memberikan sumbangsih dalam kehidupan ini dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki.

Kita melihat banyak para pemuda yang semangat beragama hari ini jatuh dalam perangkap para syeikh dajal dan pendusta. Sebabnya satu, medan para syeikh tersebut meletakkanmu pada posisi apa yang kamu ambil bukan apa yang kamu berikan (maksudnya syeikh seperti penjual sedangkan murid pembeli membeli dagangan darinya -pent).

Jalan para pedagang agama, jalan untaian kata-kata indah dari para salaf yang agung tapi beriring syahwat dunia dan kenikmatannya. Maka ruh ini hilang atau para pemuda ini terbelokkan pada kesibukkan syahwat karena mereka menduplikat gurunya. Akhirnya terproduksi generasi dengan karakter yang lebih buruk nan lemah.

Pemuda adalah pemuda. Geloranya dan semangatnya menyala-nyala, gairahnya membara, iradah dan semangatnya seringkali tak ada yang mampu menghentikannya. Tetapi pemuda-pemuda itu dapat terperosok jatuh dalam kubangan dunia dengan memanfaatkan agama atau pemuda yang hidup dengan syahwatnya.

Seandainya para pemuda tersebut hidup dalam medan jihad dan cinta pada syahadah tentu mereka akan menggoreskan sejarah yang menyamai sejarah kakek-kakek mereka. Sebab itu wajib mencari potret dan tarikh sirah seperti orang-orang yang mulia terpilih tersebut.

Siapa yang tidak mau menengok sirah mereka hakikatnya tidak memahami dien ini kecuali apa yang telah diberikan oleh syeikh. Mereka yang akan memahami yaitu siapa yang mencari sirah-sirah para kestaria; dia akan berkorban, mentauhidkan Allah dan rindunya menggelora mencapai syahid.

Jarak pendek antara loncatan seseorang dari maksiat ke zona memasuki medan jihad dan jalan syuhada dengan mereka yang membuatnya padam dan jalannya semakin panjang bahkan membuat putus asa untuk mencapainya, merekalah yang melemparkanmu ke dalam pangkuan kemalasan, dunia dan syahwat. Seperti yang dilakukan mereka yang mencela syahadah dan jalan menggapainya. Maka terciptalah orang-orang semangat agama tapi tidak memiliki akal sehat, iradah, ketaatan dan pengorbanan. Tapi muncul orang-orang yang banyak omong yang hanya merangsang kemandulan iman.

Prestasi generasi pertama yang diikuti oleh para pemuda seperti Imad Aqil, hanya dengan terjun ke dalam jalan ini, yaitu jalan jihad, pengorbanan dan kerinduan mencapai darul akhirat.

Penutup, seluruh pasar hanya menerima pembeli dari orang-orang seperti Imad Aqil, tidak ada yang bisa mendapat ghanimah yang paling berharga kecuali syuhada. Sedangkan dalam timbangan orang-orang yang merugi, para kesatria cuma kompor bagi orang semacam Imad Aqil untuk mencapai tujuan!

Duhai kasian manusia yang mengorbankan keuntungan dengan kekayaan yang lain! Pada jalan selain fi sabilillah, selain jalan syahadah, selain perdagangan dengan Allah ta'ala. Orang yang paling untung adalah syuhada dan orang yang paling merugi adalah yang memperoleh dunia setelah kemuliaan jihad dan ridha dengannya, dan duduk di atas tempat sampah mengais-ais sisanya menikmati makanan yang paling busuk.

Allahumma anugerahkan syahadah di jalanMu, temukan kami dengan orang-orang pilihanmu di dunia ini agar bersinar izah bagi umat dan dien.

Rahmat Allah pada asy-syahid Imaq Aqil dan sebaik-baik balasan dari Allah bagi penulis yang telah memelihara sirah kesatria ini.

Tags

Add new comment

Restricted HTML

  • Allowed HTML tags: <a href hreflang> <em> <strong> <cite> <blockquote cite> <code> <ul type> <ol start type> <li> <dl> <dt> <dd> <h2 id> <h3 id> <h4 id> <h5 id> <h6 id>
  • Lines and paragraphs break automatically.
  • Web page addresses and email addresses turn into links automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.