Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:41

Firman Allah:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” (Asy-Syarah: 7)

Ayat ini menghilangkan penghalang iradah terutama ketika menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi. Karena manusia tidak mungkin tidak memiliki kekuatan untuk berpindah dari satu amal ke amal yang lainnya. Ketika seseorang merasa tidak mampu melakukan suatu amalan yang membuatnya berat maka hendaknya dia melakukan amal shalih lainnya yang mampu dilakukan. Ingat pula bahwa amalan yang paling mudah yang bisa dilakukan dalam segala kondisi menjadi amalan yang paling agung di sisi Allah seperti dalam hadits:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung).” (Bukhari dan Muslim)

Demikian juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai surat Al-Ikhlas yang sebanding dengan sepertiga Al-Quran:

تعدل ثلث القرآن

“Sebanding dengan sepertiga Al-Quran.” (Al-Bukhari)

Maka seseorang meskipun kehilangan banyak kesempatan beramal maka dia tidak boleh kehilangan melakukan amalan dzikir atau membaca surat Al-Ikhlas yang agung ini. Bahkan seandainya mulutnya dilakban tidak bisa berdizkir dengan lisannya, dia berpindah pada ibadah tafakur dan merenung yang juga ibadah yang agung seperti firman Allah:

وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’” (Ali-Imran: 191)

Ayat ini menjadi slogan terbesar orang mukmin, dengan sedikit kata, tetapi menyerap ke dalam kehidupan, mengubah manusia, dan menciptakan kehidupan. Mengantarkan orang yang mengamalkannya pada tujuan sebagaimana ayat ini telah mengantarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat pada tujuan. Maka menciptakan iradah dan mewujudkannya menjadi tema penting dalam Al-Quran. Karena kewajiban yang dibebankan pada umat ini sangat berat bahkan beban yang sangat berat di alam semesta ini yang tidak akan terealisasi kecuali diemban oleh orang-orang terbaik yang memiliki ketinggian prinsip.

Ketahuilah perkataan sebagian murobi misalnya Ustad Hasan Al-Bana rahimahullah yang mengatakan إن الواجبات أكثر من الأوقات (Sesungguhnya perkara kewajiban yang harus kita kerjakan ternyata lebih banyak dari waktu yang kita miliki), adalah perkataan tidak benar. Meskipun beliau maksudkan sebagai penyemangat amal jamai dan kehidupan berjamaah tetapi perkataan tersebut menyelisihi syariat dan praktek kehidupan. Karena Allah ta’ala tidak membebani hamba kecuali sesuai kemampuanya yang menjadi kaidah ushul yang terkenal yaitu عدم التكليف بغير المقدور (tidak ada pembebanan tanpa kemampuan). Dan perkataan tersebut juga menyelisihi sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai orang yang paling berat mengemban kewajiban dan juga menyelisihi sirah sahabat radhiyallahu anhu.

Benar bahwa waktu menjadi sesuatu yang paling berharga di kehidupan seperti perkataan Ibnu Hubairah rahimahullah:

والوقت أنفس ما عنيت بحفظه

وأراه أسهل ما عليك يضيع

Waktu adalah permata yang kamu harus sibuk menjaganya.

Dan aku melihatnya paling mudah engkau sia-siakan. (Syadzaratut Dzahab)

Ibrah dari waktu yaitu bagaimana menghargainya dan tidak menyia-nyiakan nikmat Allah ta’ala pada manusia seperti dalam hadits:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Dua kenikmatan yang sering dilupakan oleh kebanyakan manusia adalah kesehatan dan waktu luang.” (Al-Bukhari)

Artinya, datangnya waktu kosong setelah mengerjakan kewajiban merupakan perkara takdir yang sudah ditetapkan. Tinggal bagaimana manusia memanfaatkannya yang akan membuatnya mendapat keutamaan dari manusia yang lain.