Submitted by admin on Wed, 04/27/2022 - 08:30

Pemahaman dari ayat yang agung ini; tidak meninggalkan amalan sampai ia dapat merampungkannya dengan sangat baik, sebab Allah berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan).” (Asy-Syarah: 7)

Seseorang tidak boleh meninggalkan suatu pekerjaan atau amalan kemudian beralih ke pekerjaan lainnya sampai dia menyelesaikannya dengan sempurna. Sedangkan meninggalkan amal sebelum diselesaikan merupakan tindakan orang bodoh dan sedikit akal. Menyelesaikan pekerjaan secara sempurna merupakan bentuk kesempurnaan dan pujian. Sebagaimana Allah menjadikan umat ini sebagai umat penutup karena menyempurnakan pekerjaan umat sebelumnya.

Kesempurnaan akhir pekerjaan merupakan keindahan, keutamaan dan keunggulan. Sedangkan permulaan pekerjaan dibutuhkan iradah yang mantap dan kuat seperti Allah menyebut Perang Tabuk. Allah menamakan Ghazwah Usrah (perang kesulitan) yaitu perang Tabuk dengan menyebutnya :

سَاعَةِ الْعُسْرَةِ

“Masa-masa sulit yang sebentar.” (At-Taubah: 117)

Pemberangkatan Ghawah Usrah dengan berbagai macam kesulitan yang sangat berat disebut Allah hanyalah kesulitan yang sebentar, kesulitan itu segera lenyap dengan iradah kuat. Maka penyelesaian amal juga memerlukan iradah yang mantap kuat. Karena manusia memiliki sifat kelelahan, goyang jika melaksanakan amal dalam waktu lama yang sejenis. Sebab itu merampungkan pekerjaan membutuhkan iradah khusus yang tidak dapat dicapai kecuali oleh orang-orang berakal pemilik azam kuat.