Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:43

Pemahaman ayat ini juga; seseorang jangan melakukan amal baru kecuali jika dia telah selesai dengan amal yang lebih dahulu dikerjakan sampai selesai atau terdapat kelapangan sehingga bisa melakukan pekerjaan baru. Allah berfirman:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” (Asy-Syarah: 7)

Mengerjakan banyak amal dalam waktu bersamaan malahan dapat merusak seluruhnya, bukan berarti dengan statemen ini seseorang hanya mengerjakan satu amal dalam sehari. Tetapi seharusnya fokus mengerjakan sebuah amal dahulu sampai ada keluasaan untuk sanggup mengerjakan amal lainnya.

Demikian juga dalam materi pelajaran, seorang murid tidak diperkenankan masuk ke pelajaran lainnya sebelum pelajaran tersebut dia kuasai. Pelajaran selanjutnya akan dipelajari di waktu lain. Ayat ini memberi petunjuk untuk fokus mengerjakan sebuah amal yang ada dihadapannya sampai sempurna setelah itu barulah mengerjakan amal lainnya. Dengan cara seperti ini akan dicapai itqan yang merupakan bagian dari iman seperti dalam hadits. Sedangkan menceburkan kesemangatan, pemikiran mengerjakan banyak amalan dalam satu waktu akan menjauhkan dari tuntutan itqan.