Submitted by admin on Sun, 05/30/2021 - 10:31

Dalam surat Asy-Syarah membahas mengenai seluruh seleksi pilihan dan berbagai macam bentuk-bentuknya. Surat ini telah membagi seleksi menjadi dua bentuk:

  1. Bentuk seleksi untuk menghapus akhlak buruk manusia dalam perjalanan kehidupannya.
  2. Bentuk seleksi untuk meningkatkan kualitas diri dalam beramal pada dien Allah ta’ala yang akan kami jelaskan rinciannya insya Allah ta’ala.

Dengan seleksi ini menunjukkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam merupakan manusia yang berlaku padanya kodrat sebagai manusia mengalami berbagai macam peristiwa-peristiwa seperti yang terjadi pada manusia lain sepanjang kehidupannya. Tetapi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam memiliki kekhususan yang berbeda dengan manusia lain yang diharamkan nubuwah.

Namun tidak berarti kekhususan ini membebaskan beliau mengikuti hukum-hukum sebagai manusia yang mengikuti proses untuk teguh dalam perjuangan dan komitmen sampai akhir. Dengan komitmen akan diperoleh keteguhan ketika melalui seleksi. Dengan meningginya irodah peribadatan akan membuat pelakunya terhindar jatuh dari seleksi ini.

Surat ini memiliki makna khusus bagi kehidupan mukmin, yaitu ayat:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6)

“Maka Sesungguhnya bersama kesulitan itu terdapat kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu terdapat kemudahan.” (Asy-Syarah: 5-6)

Ayat ini adalah syiar sebagai bekal perjalanan mereka menuju keyakinan (kematian). Pada ayat tersebut, dalam puncak perenungan huruf-hurufnya dan pada pertanyaan-pertanyaan yang terus bergulir, tersenandung dalam khalwat dan kesendirian. Hiburan bagi ruh dan jiwa, hiburan bagi lisan dan pendengaran.

Tags