Submitted by admin on Wed, 05/11/2022 - 01:46

وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Dan hanya kepada Rabbmu engkau berharap.” (Asy-Syarah: 8)

Ayat ini merupakan rahasia peribadatan dan amalan seluruh mukmin, karena mukmin tidak beramal kecuali karena Allah. Beramal hanya mengharap negeri akhirat. Karena itu perputaran antara sulit dan mudah, waktu kosong dan sibuk tidak dilalui kecuali hanya mengharap ridha Rabbnya dan mencapai negeri akhirat. Inilah penghabisan puncak hatinya dan segala urusannya. Keberadaan roghbah dalam amal seorang mukmin yang menjadikan amalannya bernilai ibadah dan mewujudkan bagi hamba ridha, kesempurnaan dan kesuksesan.

Ikhlas dan berharap akhirat inilah yang membedakan manusia dengan manusia lainnya. Orang yang ikhlas dan berharap akhirat yang akan dapat mewujudkan kesuksesan dan kemenangan seperti firman Allah ta’ala:

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Qashash: 83)

Sedangkan tugas thaghut di muka bumi ini berperan untuk merusak keikhlasan ini seperti perkataan Musa alaihissalam:

وَقَالَ مُوسَىٰ إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لَا يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ

Dan Musa berkata: “Sesungguhnya aku berlindung kepada Rabbku dan Rabbmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.” (Ghafir: 27)

Kebaikan pemerintah dan rakyat serta kebaikan amal bagi dirinya maupun orang lain tidak akan baik kecuali dengan mencapai tujuan negeri akhirat dan tujuan ikhlas.