Submitted by admin on Sun, 05/30/2021 - 10:16

Jumlah surat Asy-Syarah delapan ayat. Setiap ayatnya mendeskripsikan satu kalimat yang utuh. Seperti ciri surat-surat Makiyah lainnya yang kalimatnya terangkai seperti melesat cepat akibat dorongan dari sebuah ledakan, isinya berat dan berkesinambungan.

Ayat-ayatnya langsung menuju inti tujuan yang dimaksud secara cepat yang membuat pendengaran segera menangkap, membuat hati langsung terpengaruh. Jika kita membacanya dari ayat pertama maka tak terasa sudah menyelesaikan hingga akhir ayat. Ayatnya memenuhi hati dan mengayakannya karena makna-makna yang terkandung turun seperti hujan deras dalam satu lafazh dengan maknanya meluap meluas dan lengkap.

Surat ini terletak diantara surat-surat Makiyah lainnya seperti surat Al-‘Ala, Al-Ghasyiah, alam taro, dan wa roaita. Serta berada sebelum surat Iqro, surat pertama yang turun pada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Surat Iqro merupakan surat istimewa karena menjadi anugerah nikmat ilahiyah yang limpahannya berlapis-lapis yang Allah luapkan pada manusia yang mulia ini, yaitu pribadi Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Surat As-Syarah adalah surat yang terletak setelah surat Adh-Dhuha yang menyebut tentang berbagai kenikmatan sosial dan ekonomi serta disebutkan pula diantara kedua nikmat tadi, nikmat hidayah dan iman yang dilimpahkan seluas-luasnya pada Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yaitu dalam firman-Nya:

أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى (6) وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى (7) وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu). dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” (Adh-Dhuha: 6-8)

Pada penutup surat Adh-Dhuha dengan firman-Nya

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

“Dan terhadap nikmat Rabbmu hendaklah engkau nyatakan.” (Adh-Dhuha: 11)

Surat Adh-Dhuha ini, Allah juga menyebut tentang berbagai kenikmatan yang diperintahkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menyebarkan beritanya. Begitupula surat Asy-Syarah merupakan jawaban dari pertanyaan; kenikmatan apakah yang diberitakan Allah pada makhluk-Nya? Jawabannya yaitu:

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu.” (Asy-Syarah: 1)

Tags