Adil Memusuhi Kawan

menjadi pribadi tangguh

 

Submitted by admin on Sun, 05/06/2018 - 07:21

Imam An-Nawawi rahimahullah mengutip:

Berkata orang bijak: “Tidak aku lihat perkataan yang memusnahkan dien, menjatuhkan kewibawaan, menghilangkan kelezatan, dan membuat hati menjadi berat kecuali akibat permusuhan.”

Dinukil dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi rahimahullah:

“Kesedihan yang sangat lagi bertumpuk-tumpuk yang menimpa seseorang akan menyebabkan dia kehilangan kesempatan mengerjakan amalan-amalan, kewajiban-kewajiban, perbuatan kebaikan dalam perkataan maupun perbuatan. Beban kepiluan yang dahsyat akan membuat kejernihan hati menjadi sirna tersibukkan oleh kesedihannya. Tubuhnya turut tersiksa karena sakit hati. Duduklah ia terpaku termenung sepanjang hari tidak mampu melakukan perbuatan kebaikan. Kepedihan itu sesuatu yang berat nan ajaib, membuat orang hanya terputar-putar dengan air mata dan melodi sendunya. Ia tidak mampu menyelesaikan problematika yang dihadapi, tidak bisa memikirkan solusinya dan tidak bisa menemukan jalan keluar.”

Sesungguhnya penyebab terbesar munculnya kesedihan yang bertumpuk-tumpuk yang membuat diri terpuruk dalam adalah permusuhan yang jauh dari arena al-haq. Karena permusuhan tersebut pembuka jalan kemarahan, perselisihan, dan kesengsaraan hati. Dia akan sibuk memikirkannya tanpa ada manfaat terutama jika permusuhannya melawan pendusta, orang jahil, atau permusuhan yang jauh dari al-haq. Dia sama sekali tidak peduli dengan kesedihan yang menimpamu, acuh dan cuek dengan perbuatan yang ditimpakan padamu, yang diinginkan hanya kejahatan dan kebusukan untukmu. Otak kotornya berputar-putar memikirkan bagaimana cara paling efektif menyakitimu. Jika dia melihat kebaikan padamu ia akan bertambah semangat untuk terus menerus bisa menyakitimu.

Seringkali permusuhan pribadi membawa-bawa nama agama, katanya ini adalah demi membela agama dan al-haq. Jurus klasik setan pada orang-orang yang memiliki jiwa kerdil, yaitu orang-orang yang lengah untuk mentarbiyah jiwa dan hatinya. Menimpa pada mereka yang tidak memiliki perhatian pada adab para ulama, orang-orang shalih dan ahli ibadah. Dia orang yang terjebak dalam kesombongan, tinggi hati dan suka dipuji.

Perbedaan antara permusuhan karena Allah dan permusuhan karena kebatilan adalah orang yang memusuhi karena Allah akan adil dengan lawannya. Dia akan menyebut kebaikannya, mengakui keutamaannya. Jika ditanya tentang kebaikannya dia akan menjelaskannya seolah-olah tidak terjadi konflik antara mereka. Situasi seperti ini hampir-hampir tidak kita temukan sekarang, adil dalam berkonflik. Justru malahan membongkar aib dan mengumbar berbagai macam celaan. Dia bongkar semua cacat yang ia ketahui saat dahulu masih mesra bersahabat, kemudian setelah itu dia mengklaim permusuhan ini karena Allah.

Pertanda kejujuran seseorang pada Allah saat berselisih adalah membuat pernyataan atas perselisihannya sesuai dengan kebutuhan dan apa yang bermanfaat. Dia mengumumkan perselisihannya bukan karena persoalan dunia tapi hanya karena bab ini dan itu saja. Siapa saja yang meneliti metode para ulama dalam membantah suatu pendapat akan melihat rahasia yang ajaib.

Setiap mereka hanya mengatakan sesuai kebutuhan untuk membantah lawannya, setelah itu diam, selesai masalah. Kemudian mereka kembali menyibukkan diri menunaikan kewajiban-kewajibannya, mengerjakan kebutuhannya masing-masing dari ilmu dan lainnya. Tetapi hari ini kita menemukan seseorang terus menyibukkan diri dalam permusuhan dan menyibukkan ikhwah-ikhwah lainnya dalam permusuhan antara keduanya. Sibuk membantah pendapat lawannya, dia seret ikhwah lainnya untuk menerima pendapatnya.

Lalu munculah pihak ketiga yang mendidihkan permusuhan hingga bertambah sengit. Seperti pertarungan ayam sabung, para penyabung dan penonton mengelilingi ayam hingga dien keduanya rusak. Perbuatan tersebut akan melalaikan diri dari diennya yang mengakibatkan hati rusak. Tidak ada lagi waktu untuk berzikir, tilawah, melakukan perbuatan kebaikan karena tersita oleh konflik pribadi.

Kamu akan menyaksikan seseorang yang engkau pandang cerdas dan alim atau mendengar bahwa dia orang berilmu dan agamanya baik tapi tatkala masuk kedalam permusuhan dia jatuh terjerumus ke jurangnya. Terseret hingga berlarut-larut permusuhannya akhirnya jatuh di mata manusia, dibongkarlah keburukannya. Ini merupakan faktor hilangnya kewibawaan dan merusak perintah Allah untuk menutupi aib orang dan sikap memaafkan.

Karena itu para ulama memberi nasehat: “Jangan membantah orang bodoh, orang jahil, meskipun serangan celaannya begitu sengit. Bahkan wajib untuk meninggalkannya dan jangan melayaninya. Karena jika engaku layani, permusuhan yang dilancarkan padamu akan menghancurkan dirimu dan kamu jatuh pada musibah yang dihinakan oleh orang bodoh itu. Celaannya padamu tidak akan bermanfaat. Jika kamu layani, akan kamu dapatkan pihak-pihak lain yang akan turut ikut campur bukan untuk membela al-haq, bukan pula untuk menegakkan keadilan ilmu tetapi untuk sama-sama membencimu. Pada akhirnya kumpulan orang-orang bodoh, dan mereka banyak menyangka musuhmu itu benar dan engkaulah yang salah. Terlebih di zaman sekarang  saat kebodohan, permusuhan dan hasad merajalela.”

Tidak semua perselisihan itu perlu bantahan, dan tidak semua statemen itu perlu diluruskan. Tidak harus kamu menetralisir dengan kalimat perkalimat. Cukup seseorang yang memusuhi disebut zhalim pada dirinya sendiri. Sangat penting dan mendesak bagimu untuk meninggalkannya sehingga tidak ada seorangpun yang akan menukil perkataanmu, tidak ada orang yang berkesempatan menyalakan api dari bara marahmu. Kalau kamu diam api keburukan akan padam. Jika tidak padam, ia hanya akan menjadi bara yang segera padam.

Akan ada orang yang akan memberi saran: “Jangan cuma diam saja, tampakkan al-haq, terangkan kebenaran.” Ikuti sarannya jika lingkungan sekitarmu adalah orang-orang cerdas yang bisa menimbang segala hal dengan adil dan berimbang. Ikhwah-ihwah akan memaklumi bantahanmu dan mengambil manfaat ilmu dari perselisihan ini. Tetapi jika kamu lihat lingkunganmu terdiri dari ikhwah-ikhwah yang fanatik pada kelompok, terpecah belah dalam berbagai macam kelompok, pembelaan pada jamaah dan tandzim, mudah tersulut hasad.

Pahamilah, manusia akan menyeret bantahanmu untuk kebatilan. Dan pihak ketiga akan menambahi bantahanmu untuk kebatilan yang lain. Akibatnya kamu akan tersibukkan dengan persolan ini. Hati akan sibuk, merusak diri dan khalwatmu bersama Allah dan seluruh kehidupanmu.

Ini adalah hati milikmu sendiri yang harus kamu bentengi dari munculnya bara permusuhan dan hasad. Kamu harus jaga dari menyibukkan diri melayani orang jahil. Jika kamu nekat hancurlah agamamu dan akhlakmu karena sibuk tersita waktumu dari perbuatan yang bermanfaat dunia dan akhirat. Andai saja kamu dihadapkan pada situasi pertanyaan seseorang atas tanggapanmu mengenai permusuahn yang dilancarkan padamu jawablah dengan sebuah perkataan: “No comment”. Terus keluarlah kamu dari jebakan tersebut. Pergilah kamu menjauh dari orang ini. Jika datang lagi orang setipe ini, tolak dia dan berzikirlah pada Allah kemudian ikuti apa yang Allah cintai.

Allah menciptakan tipe orang-orang yang hidupnya memang untuk membakar permusuhan, mencari-cari kesalahan manusia dan menyeret statemen pada makna yang paling busuk. Jika kamu meladeninya kamu akan mendapatkan musibah konspirasi yang direncanakan olehnya. Namun bila sudah terlanjur, kamu harus memotong simpulnya dan jangan senang karena bisa membantahnya, potong dan mundurlah. Permusuhan adalah pintu keburukan dan kezhaliman, pintu kerusakan dan kedustaan, pintu kebohongan disertai ghibah dan kemurkaan. Lapang dada tidak bisa dicapai kecuali dengan meninggalkannya semampumu.

Tentu saja kamu akan marah dengan statemen orang yang memojokkanmu, tetapi kemarahanmu akan terus berlangsung lama jika kamu menghadapinya. Hatimu menjadi hitam, dienmu hilang, kewibaanmu akan jatuh. Saat itu dua jenis setan dari jin dan manusia akan mengepungmu sambil bersenang-senang.

Camkan! Jangan kamu membantah kecuali membantah pada orang yang sama-sama alim, bertakwa, adil. Jika engkau sampaikan al-haq dia akan menerima, jika dia diingatkan pada Allah dia akan takut dan kembali ke jalan yang lurus.

Wasapada! Jangan kamu membantah statemen orang-orang yang memiliki hasad lagi dengki. Demi Allah seandainya engkau membantahnya dengan ayat-ayat Allah pasti dia akan membantahnya dan merusak maksud tujuan baikmu.

Ketahuilah! Metode terbaik mememerangi keburukan hati dalam diri manusia harus dengan solusi yang ditawarkan Allah yaitu; Sibukkan memperbaiki diri sendiri. Wallahul muwafiq

Penulis: Syeikh Abu Qatadah Al-Falestini hafizhahullah
Penerjemah: Zen Ibrahim
Editor: Fani
21 Ramadhan 1439/6 Juni 2018
 

Tags

Artikel Terkait