Gerakan Ishlah dengan Jalan Damai

menjadi pribadi tangguh

 

Beberapa orang yang memiliki niat baik ingin memelihara bentuk struktur negara ketika melakukan usaha taghyir dan ishlah (perubahan dan perbaikan). Mereka ingin memelihara bentuk militer, kehakiman dan pertahanan keamanan bahkan ingin pula mempertahankan bentuk-bentuk struktur lainnya.

Prinsip tersebut muncul atas macam-macam persangkaan. Diantaranya lembaga-lembaga negara harus dipertahankan bersama dengan struktur negara karena dalam pemahaman mereka kerusakan yang terjadi hanya pada para pemimpin politik saja. Pemahaman inilah yang membuat mereka ogah untuk merubah total struktur negara dengan membangun struktur yang baru jauh dari struktur negara sebelumnya. Pemahaman mereka terjebak pada bentuk negara-negara modern yang tersekat dalam lingkaran nasionalisme.

Pemahaman tersebut adalah fantasi yang keliru, menyalahi realitas dan penghiantan pada amal taghyir. Hanya menghasilkan kerusakan, kekacauan dan menguatkan struktur thaghut lama. Parahnya, pemahaman ini muncul akibat ketakutan bawah sadar bahwa taghyir dengan revolusi total hanya menyeret negara pada kehancuran, penculikan, kekacauan tujuan, dan kehilangan ikatan persatuan kebangsaan. Mereka menganggap, kondisi negara seperti sekarang ini yang bisa menjaga keamanan, persatuan, dan perdamaian.

Masalahnya yaitu; mereka melihat eksistensi bentuk negara yang sekarang berbenturan dengan usaha ishlah. Mereka melihat pilihan melalui ishlah al-jadzry, yaitu perlawanan menghadapai dewan keamanan militer hanya akan memancing campur tangan asing dan kontra produktif dengan perlawanan rakyat.

Barat membangun negara ini diatas konsep kelembagaan militer, sebab itu militer merupakan biang kerusakan pemerintahan. Jika kamu melihat ke seluruh negara-negara, kamu akan menyaksikan bagaimana peran struktur militer dan intelejen berdiri diatas pondasi kerusakan bahkan dalam semua lini.

Setiap usaha ishlah, menguatkan al-haq dan penggalangan umat akan berhadapan dengan kekuatan tersebut. Mereka otak konspirator bahkan sumber perusak yang wajib kita baro pada mereka seluruhnya. Inilah inti kekuatan jahiliyah, koordinasi jahiliyah semuanya terikat dengan ini, sumber produsen dan distributor kejahiliyahan. Sebab itu tidak ada pergerakan yang sesungguhnya kecuali pergerakan yang mempersiapkan untuk menghadapi dan melawannya. Tidak ada jalan lari kecuali dengan melawannya.

Wajib membangun mindset pada para pemimpin gerakan ishlah di negara manapun, sesungguhnya lembaga-lembaga negara ini semuanya musuh. Tidak mungkin lembaga-lembaga tersebut menjadi baik kecuali dengan terlebih dahulu dihancurkan. Inilah hakikat qadriyah. Seandainya usaha taghyir dan ishlah dapat ditempuh dengan jalan damai, manusia akan menempuhnya namun jalan damai dalam persoalan ini adalah jalan tipuan.

Ajakan para shalihin untuk melakukan gerakan damai karena hakekatnya gerakan tersebut seperti panci susu yang dipanaskan di atas kompor. Supaya bergejolak mengeluarkan buih-buih. Di zaman kita, melakukan perlawanan dengan lembaga-lembaga tersebut memang sakit. Keberhasilan tidak akan bisa dicapai kecuali dengan terus mengaduk-aduk susu itu sehingga tetap panas tidak berbuih. Keberhasilan hanya bisa diraih dengan cita-cita dan terus mendaki puncak kesulitan. Cara menjatuhkan lembaga-lembaga mujrim ini tidak kaku dengan sebuah metode saja, banyak metode yang bisa dilakukan. Tapi intinya satu; Islam berkuasa atau jahiliyah.

Hendaknya kita mempersiapkan masyarakat untuk siap menopang harga perlawanan. Sebab dosa mendiamkan dan tunduk pada kejahiliyahan lebih besar dan dahsyat. Setiap saat kita mengulur-ulur perlawanan hanya akan menambah kuatnya kejahiliyahan. Tidak ada cara lain kecuali dengan melawannya, inilah hakikat sebenarnya. Ketentuan takdir yang kita tidak memiliki pilihan lain.

Mereka adalah kumpulan-kumpulan orang-orang yang ahli melakukan kekejaman. Mereka memahami, kehidupan mereka bisa terus berlangsung dengan cara menghisap darah-darah kita seperti kutu. Tidak ada kehidupan dalam dien kita kecuali dengan cara menghancurkan mereka. Memang harganya mahal tapi inilah harga pertolongan ilahiyah. Mati di jalan-Nya adalah harga untuk dapat hidup di bawah naungan Islam dan keadilannya.

Tags

Artikel Terkait