Manhaj Jamaahku Paling Hebat

wakaf laptop

 

Saya ingin berbicara tentang penyakit kronis yang menimpa kelompok-kelompok yang harus segera disembuhkan yaitu penyakit yang digambarkan dengan kalimat: Aku lebih baik darinya

Saya telah membaca puluhan buku-buku sejarah dan hadits lalu saya memperhatikan ihwal orang-orang yang berbalik dan tersesat, baik dari kelompok, jamaah atau personal. Maka aku dapatkan mayoritas mereka adalah orang orang ahli ibadah, istiqamah dan melazimi Al-Quran.

Tetapi mereka jatuh dalam kemaksiatan yang terjadi dalam hatinya (dan mayoritasnya tidak memperhatikan hal ini) yang bila masuk kedalam hati seorang muslim ia pasti akan merusaknya yaitu penyakit kibr (sombong).

Maksud kibr disini bukan sombong dengan pakaian, harta atau materi lain. Karena justru sebagian mereka hidup zuhud. Tetapi keterjerumusan mereka pada kibr:

Kibr dalam fikrah (pemikiran).

Kibr dalam manhaj.

Kibr dalam jamaah.

Kibr dalam ibadah.

Kamu akan melihat, mereka punya anggapan dirinya adalah thaifah manshurah. Kamu menemukan mereka menganggap bahwa mereka yang paling berkak menolong dienullah ini dan ibadah mereka lebih diterima dari selainnya. Orang lain atau jamaah lain tidak diterima sebagai penceramah, guru, imam, qadhi dan membawa panji dien Allah.

Bila kamu menyelanya dia berkata: Aku lebih baik darinya. Penyakit ini telah menyebabkan kehancuran sebuah negara, faksi-faksi dan jamaah-jamaah dan menyesatkan banyak kaum. Bahkan sebelumnya Iblis karena penyakit ini telah terusir dari jannah dan berubah menjadi setan yang terkutuk saat diperintah untuk sujud ia berkata:

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ

"Aku lebih baik darinya". (Al-A'raf: 12)

Contoh fakta di zaman kontemporer ini yaitu sepak terjang kaum khawarij. Sungguh aku seringkali memperhatikan keadaan mereka takut Allah menguji kita dengan ujian yang ditimpakan pada mereka maka aku tidak menemukan kecuali mereka jatuh dalam kondisi yang aku sampaikan.

Sungguh aku pula pernah bergaul dengan mereka dan aku temukan mereka sombong pada manusia pada segala hal sampai dalam tersenyum dan memberi salam. Mereka juga sombong dengan ulama-ulama muslimin yang membuat label sifat-sifat khawarij benar-benar melekat pada diri mereka.

Penyakit aku lebih baik darinya tidak hanya menimpa khawarij tetapi penyakit ini telah menjangkiti pasukan dalam beberapa jamaah-jamaah Islam. Maka kamu melihat pasukan itu menyombongkan diri atas pasukan mujahidin lainnya dengan hujah, nama jamaahnya lebih islami daripada jamaah lainnya seperti nama Jays Al-Hur (Pasukan Pembebasan).

Mereka hanya memandang maksiat-maksiat yang tampak seperti merokok dan lainnya tetapi melupakan maksiat kibr yang lebih dahsyat daripada maksiat lain.

Kesimpulannya wahai saudaraku mulia: Pelaku kibr adalah manusia yang terjauh dari hidayah dan manusia terjauh dari tamkin (mendapat kekusaaan) di dunia dan di akherat. Cukup dua ayat ini sebagai pelajaran:

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ

"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku". (Al'Araf: 146)

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa". (Al-Qashash 83)

Penulis: Syeikh DR. Abdullah Al-Muhaisini hafizhahullah
Penerjemah: Zen Ibrahim
13 Dzulqadah 1439 H / 26 Juli 2018

Tags