Referensi Utama Studi Seni Perang

Submitted by admin on Wed, 06/22/2022 - 15:15

Studi referensi Seni Perang tidak serta merta merubah anda menjadi jenderal lapangan. Sebagian orang mengira belajar Seni Perang bisa menjadi komandan, padahal tidak ada kaitannya.

Tetapi memperlajari ilmu seni perang untuk memahami filosofi perang. Sebab perang itu realitas nyata tidak ada cara untuk mencegahnya. Dan perang merupakan produk manusia yang tak bisa dihentikan. Maka wajib hukumnya siapa yang ingin mempelajari sejarah membaca buku buku Seni Perang karya penulis barat atau semisalnya.

Buku perdana yang dikenal manusia dalam seni perang adalah Seni Perang Sun Zhu. Orang pertama yang menetapkan perang sebagai ilmu yang berhubungan dengan seluruh aspek sosial.

Sedang buku yang paling mempengaruhi bangsa Eropa ialah On War karya Clausewitz. Menetapkan doktrin perang modern bagi bangsa Eropa.

Buku terpenting menurutku adalah The Conduct of War karya Mayjen Fuller. Pelajar ilmu ini tidak selayaknya mengabaikan mempelajari buku tersebut. Ada lagi buku yang tak kalah penting yaitu Letter on Tactic karya Lenin. Banyak isu penting didalamnya.

Sedang buku karya bangsa arab dalam masalah ini yaitu Fanu ilmi Al Harbi karya Munir Syafiq. Didalamnya kaya faidah.

Tentang Niccolo Machiavelli, orang hanya mengenal bukunya The Prince, sayangnya banyak yang tidak mengenal bukunya berjudul The Art of War. Padahal buku The Art of War tidak kalah penting dengan buku The Prince untuk bisa memahami pemikiran politik eropa. 

Buku buku yang saya sebutkan tadi cukup bagi siapa yang ingin memulai menguasai seni perang.

Ayahanda Syeikh Umar Mahmud hafizhahullah

Diterjemahkan Malam Kamis 23 Dzulqodah 1443 H

Faidah:
Mempelajari seni perang berfungsi untuk mempelajari filosofi dan doktrin perang dengannya akan membantu memahami sejarah dan karakter bangsa bangsa terutama bangsa Rum kuno maupun modern yang meliputi Eropa, Novorossiya (Rusia baru) dan Amerika. 

Peperangan kaum muslimin dengan bangsa Rum sejak zaman kenabian hingga episode episode selanjutnya sampai zaman kolonialisme dan pasca kolonial tidak bisa dilepaskan dari falsafah dan doktrin perang bangsa Rum. Bahkan perang Ukraina, perang antar bangsa Rum, muncul dari falsafah seni perang mereka.

Perang adalah realitas. Tidak ada yang bisa mencegah terjadinya perang kecuali hanya menundanya. Karena perang merupakan produk manusia.

23 Dzulqodah 1443H